Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Kalahkan Alexander Zverev
Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner berhasil mempertahankan gelar Wimbledon setelah mengalahkan Alexander Zverev di partai final, Minggu (14/7) sore waktu setempat.
Sinner menang dengan skor 6-7, 7-6, 6-3, 6-4 di London barat daya. Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar Grand Slam kelima dalam kariernya.
>>> Kabut Asap Kebakaran Kanada Masih Selimuti New Hampshire
Gelar Wimbledon kedua beruntun ini memperpanjang dominasi Sinner bersama Carlos Alcaraz. Keduanya telah memenangkan sembilan dari sepuluh turnamen Grand Slam terakhir.
Alcaraz, yang memiliki tujuh gelar mayor dan unggul 10-7 dalam rekor pertemuan dengan Sinner, tidak bisa menghentikan laju petenis Italia itu karena cedera pergelangan tangan.
Sinner baru saja merebut kembali peringkat satu dunia dari Alcaraz setelah memenangkan final Monte Carlo Masters dengan skor 7-6, 6-3.
Itu adalah gelar Masters 1000 ketiganya secara beruntun.
"Kami datang ke sini berusaha mendapatkan sebanyak mungkin pertandingan, mendapat umpan balik yang baik sebelum turnamen besar lainnya.
Hari ini level kami berdua tinggi," kata Sinner usai pertandingan Monte Carlo.
Petenis Italia itu menyoroti kondisi cuaca yang menantang selama final. "Angin cukup kencang.
>>> Pemilih Demokrat Menentang Proyek Investasi AI
Kondisinya berbeda dari yang biasa terjadi di turnamen ini. Hasilnya luar biasa," ujarnya.
Kemenangan di lapangan tanah liat itu menjadi tonggak penting dalam perkembangan karier Sinner. "Kembali ke peringkat satu sangat berarti bagi saya.
Saya sangat senang memenangkan gelar besar di permukaan ini. Belum pernah saya lakukan sebelumnya," tambahnya.
Zverev menjadi satu-satunya pesaing yang berhasil mematahkan monopoli Grand Slam Sinner-Alcaraz musim ini dengan memenangkan Prancis Terbuka. Ia kemudian mencapai final Wimbledon pertamanya melawan Sinner.
"Untuk waktu yang lama orang berbicara tentang siapa yang bisa menjadi pemain ketiga di samping mereka.
Saya selalu dipandang sebagai pemain itu, tetapi masih ada jarak yang cukup besar.
Jika saya bisa terus menutup jarak itu dan bersaing dengan mereka secara konsisten, itu akan menjadi tempat yang bagus," kata Zverev.
>>> Pria Ditangkap karena Menikam Pekerja Muslim di Mal Utah
Penantang potensial lain yang berusaha mengganggu duet teratas termasuk mantan nomor satu dunia Daniil Medvedev, prospek Amerika Ben Shelton, dan petenis Kanada Felix Auger-Aliassime yang memiliki rekor 3-3 melawan Alcaraz.
Update Terbaru
Cara Menemukan dan Memanen Hardwood di Palworld
Rabu / 15-07-2026, 20:50 WIB
Pemain Diablo 4 Sebut Season 14 Lelucon, Drop Rate Mythic Uniques Masih Buruk
Rabu / 15-07-2026, 20:50 WIB
AS Serang Target Militer Iran di Pulau Tunb Besar, Trump Ancang-Ancam Eskalasi
Rabu / 15-07-2026, 20:50 WIB
Kemenperin Godok Roadmap Baru Kendaraan Listrik, Ini Alasannya
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Bank Mandiri Dorong Dua UMKM Binaan Tembus Pasar AS Lewat Pameran Makanan
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Guru Besar UI Usulkan Sirup Sawit Merah untuk Menu MBG Ibu Hamil
Rabu / 15-07-2026, 20:49 WIB
Kejuaraan Terbuka 2026 di Royal Birkdale: Lapangan Baru, Tantangan Baru
Rabu / 15-07-2026, 20:45 WIB
Wamenag Bicara Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang: Jangan Terburu-buru Simpulkan
Rabu / 15-07-2026, 20:45 WIB
Tuchel Tertawa Maklumi Argentina Ngotot Pakai Jersey 'Jimat'
Rabu / 15-07-2026, 20:45 WIB
Sean 'Diddy' Combs Jual Rumah Mewah di Star Island Seharga Rp 880 Miliar
Rabu / 15-07-2026, 20:42 WIB
Pelatih Inggris Pernah Sebut Argentina 'Binatang' karena Main Kasar
Rabu / 15-07-2026, 20:42 WIB
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
Rabu / 15-07-2026, 20:42 WIB
Kejagung Buka Suara soal Rumah Sentul Eks Jampidsus Tak Masuk LHKPN
Rabu / 15-07-2026, 20:42 WIB







