Jajak pendapat menunjukkan banyak pemilih Demokrat menentang proyek pusat data AI, sementara para pemimpin partai justru gencar mendorong investasi tersebut.

Sarah Brabbs, warga Michigan yang selama ini setia memilih Demokrat, mengaku kecewa dengan Gubernur Gretchen Whitmer.

>>> Pria Ditangkap karena Menikam Pekerja Muslim di Mal Utah

Whitmer tampil bersama CEO OpenAI Sam Altman untuk meresmikan pusat data senilai $16 miliar di Saline Township.

Brabbs tinggal enam mil dari lokasi proyek. Ia merasa marah dan sedih melihat dukungan aktif Whitmer terhadap pusat data tersebut.

“Saya sangat marah melihatnya mengorbankan kami begitu saja,” ujarnya.

Pusat Data Jadi Isu Politis

Anggota Kongres Michigan Rashida Tlaib menyebut posisi Whitmer “menjijikkan”.

Padahal, menentang pusat data yang tidak populer seharusnya menjadi cara mudah meraih suara di negara bagian swing seperti Michigan.

Namun, banyak politisi Demokrat di negara bagian battleground justru menyambut perusahaan yang membangun proyek boros energi ini.

Jajak pendapat Ipsos menemukan pemilih Demokrat lebih menentang pusat data dibandingkan Republikan dengan selisih 17%.

Hanya 9% pemilih Demokrat mendukung pusat data di komunitas mereka, sementara 21% pemilih Republikan mendukungnya.

New York menjadi negara bagian pertama yang memberlakukan moratorium pusat data baru melalui perintah eksekutif Gubernur Kathy Hochul.

Kemarahan di Wisconsin dan Michigan

Di Wisconsin, pemilih marah dengan dukungan Gubernur Tony Evers terhadap pusat data Microsoft di Racine County.

Evers menyebut fasilitas itu “keajaiban modern”, namun sebulan kemudian Microsoft membatalkan rencana pusat data lain di Caledonia karena penolakan warga.

Kelly Gallaher, ketua Partai Demokrat Racine County, mengatakan warga setempat sangat skeptis terhadap proyek semacam itu. “Kandidat kami sangat vokal menuntut moratorium pusat data,” katanya.