Presiden Donald Trump memberhentikan Jaksa AS yang baru diangkat, Roger Rogoff, di Seattle pada Rabu, 15 Juli 2026.

Pemecatan terjadi kurang dari satu jam setelah para hakim distrik federal secara bulat memilihnya untuk posisi tersebut.

>>> Micah Richards Tetap Bertugas di BBC Setelah Mendengar Kabar Duka Ayahnya

Langkah ini memperuncing perselisihan mengenai wewenang yudisial versus eksekutif.

Distrik Barat Washington, yang terdiri dari 17 hakim aktif dan senior, telah menunjuk Rogoff setelah masa jabatan interim 120 hari dari pilihan administrasi sebelumnya, Charles Neil Floyd, berakhir pada Februari.

Untuk mempertahankan Floyd tanpa konfirmasi Senat, administrasi telah mengubah jabatannya menjadi asisten jaksa AS pertama sementara posisi puncak dibiarkan kosong.

Sebuah pengadilan banding federal memandang manuver hukum itu dengan skeptis pada Mei.

Administrasi dengan cepat menolak pemilihan Rogoff oleh pengadilan yang bersifat bipartisan. Rogoff sebelumnya menghabiskan 20 tahun sebagai jaksa negara bagian dan enam tahun sebagai jaksa federal.

"Hakim pengadilan distrik dapat menunjuk Jaksa AS sementara, dan POTUS dapat memecat mereka," kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche di media sosial.

Blanche juga mengkritik pengadilan setempat karena mengabaikan saluran administratif selama proses seleksi.

>>> TSMC Catat Laba Bersih Rekor NT$706,6 Miliar Didorong Permintaan AI

Senator AS Patty Murray dari Washington, seorang Demokrat yang menentang pemilihan awal Floyd, mengecam keras pemecatan cepat jaksa yang ditunjuk pengadilan itu.

"Sepanjang kariernya, ia telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap pelayanan publik, dan ia diangkat secara sah oleh hakim federal di Distrik Barat Washington," kata Murray dalam pernyataan tertulis.

Murray mengkritik penanganan eksekutif terhadap penunjukan sementara dan penghindaran proses konfirmasi legislatif standar.

"Administrasi ini tidak ingin berurusan dengan nasihat dan persetujuan—mereka hanya ingin menempatkan kroni untuk menjalankan agenda politik yang korup," tambahnya.

Pemecatan Rogoff mengikuti intervensi eksekutif serupa di Virginia, di mana jaksa AS sementara Lindsey Halligan pergi setelah penunjukannya dinyatakan tidak sah, dan di New York utara, di mana jaksa lain yang ditunjuk pengadilan dipecat.

Rogoff mengakui bahwa ia sudah menduga akan segera dipecat, tetapi menyambut kesempatan untuk memimpin jaksa federal distrik tersebut.

>>> Musim Kemarau, Debit Air Sungai Cisadane Menyusut 12 Persen

"Saya sangat bangga dengan karier saya," katanya. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para hakim yang mendukung penunjukan singkatnya.