Pemerintah AS Ganti Panel Perbudakan di Situs Presiden Philadelphia
Pemerintah federal AS mengganti panel sejarah yang menceritakan kisah sembilan budak di President's House, Philadelphia, pada Rabu malam (15/7/2026).
Panel baru yang dipasang oleh pemerintahan Trump menekankan cakupan sejarah Amerika yang lebih luas dan perubahan pandangan George Washington tentang perbudakan.
>>> Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1 pada Burung Laut
Penggantian ini dilakukan setelah sengketa hukum berkepanjangan dengan pemerintah kota Philadelphia.
Reaksi Pemerintah dan Kota
Departemen Dalam Negeri AS membela revisi panel tersebut, menyatakan bahwa panel baru memberikan konteks sejarah yang kaya sambil tetap mengakui institusi perbudakan.
Seorang juru bicara Departemen Dalam Negeri mengatakan pengadilan telah memihak pemerintahan Trump dalam memulihkan kebenaran dan kewarasan di negara ini.
Wali Kota Philadelphia Cherelle Parker mengkritik tindakan federal yang dilakukan pada malam hari dan berjanji akan menempuh jalur hukum lebih lanjut.
Parker menyebut tindakan itu memalukan dan melanggar kepercayaan komunitas.
Kekecewaan Aktivis dan Wisatawan
Pengacara hak sipil Michael Coard dari Avenging the Ancestors Coalition menyatakan kemarahan dan kekecewaan mendalam.
Ia memperingatkan bahwa keputusan ini bisa menjadi preseden berbahaya bagi situs bersejarah lainnya, seperti Liberty Bell.
>>> R Kelly Ajukan Banding ke Trump untuk Pengurangan Hukuman
Wisatawan yang tiba di lokasi pada Rabu pagi mengaku bingung dan kecewa dengan perubahan panel.
Ann Grosso dari Coatesville mengatakan panel baru berbeda dari yang sebelumnya dan ia merasa kehilangan bagian sejarah yang penting.
Ken Murray, yang mendampingi Grosso, menyuarakan kekhawatiran politik tentang intervensi federal yang dianggapnya otoriter.
Pemimpin agama dan sukarelawan setempat berkumpul untuk memprotes penggantian panel secara diam-diam.
Pendeta Carolyn Cavaness dari Mother Bethel AME Church menyebut tindakan itu seperti pencuri di malam hari dan mengecam peningkatan keamanan di lokasi.
Para sukarelawan mulai membacakan teks asli dari binder agar kisah sembilan budak tetap dapat diakses pengunjung.
>>> Cheria Holiday Luncurkan Paket Halal Tour Eksklusif ke Asia Tengah
Dinding batu yang memuat nama sembilan budak tersebut tetap tidak tersentuh di lokasi memorial.
Update Terbaru
Komponen BYD Tang Terlepas Saat Terjang Banjir, Ini Klarifikasi Pabrikan
Kamis / 16-07-2026, 11:41 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 17 - 19 Juli 2026
Kamis / 16-07-2026, 11:34 WIB
Penjelasan Ending Film Ghost Buzzer: Antar Aku Pulang(2026) Akankah Lanjut Musim Kedua?
Kamis / 16-07-2026, 11:26 WIB
Minim Murid SD Negeri di Kota Semarang, Apa Sebabnya?
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Tuchel Akui Bertanggung Jawab atas Kekalahan Inggris dari Argentina
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Apa Itu 'Las Malvinas' yang Diungkit Argentina usai Tekuk Inggris?
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Pemprov DKI Panggil Pemilik Truk Terkait Kerugian JPO Tendean Miliaran Rupiah
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini, 16 Juli 2026: Turun Tipis Rp2.000, Masih Jadi Primadona Investasi Logam Mulia?
Kamis / 16-07-2026, 11:21 WIB
Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2,633 Juta per Gram
Kamis / 16-07-2026, 11:16 WIB
Jejak Cape Verde di Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina
Kamis / 16-07-2026, 11:16 WIB
Daftar HP dengan Kamera Terbaik 2026 Versi DXOMARK
Kamis / 16-07-2026, 11:16 WIB
Anggota V BPK Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK
Kamis / 16-07-2026, 11:14 WIB







