Masalah kesehatan mental di kalangan pekerja Indonesia menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp463 triliun per tahun, setara 2,1% PDB 2023.

Angka tersebut terungkap dalam riset tahun 2025 yang melibatkan 5.828 responden dewasa berusia minimal 18 tahun.

>>> Tambahan Dana Airbnb untuk Warga Boyle Heights Terdampak Kebakaran Lineage

Sebanyak 88,5% kerugian berasal dari hilangnya produktivitas pekerja, bukan biaya pengobatan.

Dampak pada Individu dan Produktivitas

Pekerja dengan masalah mental seperti kecemasan dan depresi rata-rata absen 34 hari per tahun.

Performa kerja mereka menurun hingga 51% saat tetap bekerja.

Biaya perawatan kesehatan langsung mencapai Rp2,1 juta per tahun per pekerja, sementara kerugian akibat absen Rp5,1 juta dan penurunan produktivitas Rp11 juta.

Gejala gangguan mental bahkan menyebabkan hampir 20% pekerja terkena PHK.

Faktor Pemicu dan Kelompok Rentan

Masalah mental pekerja dipicu oleh waktu kerja berlebihan, durasi perjalanan panjang, dan minimnya dukungan sosial.

Survei Angkatan Kerja Nasional 2025 mencatat 25,47% pekerja Indonesia bekerja lebih dari 49 jam per pekan, melebihi batas normal 40 jam.

Waktu kerja di atas 48 jam per minggu meningkatkan risiko burnout, stres psikologis, dan gangguan tidur.

Pekerja komuter di Jabodetabek sangat rentan; 69,5% mengalami dampak buruk akibat kemacetan dan waktu perjalanan panjang.

Riset 2025 menemukan lima dari enam pekerja komuter Jakarta mengalami stres dan kelelahan yang mengganggu hubungan keluarga.

>>> 5 Langkah Mudah Cek In Harian untuk Saldo Dana Gratis 2026

Sektor keuangan juga berisiko, dengan 20-50% pekerja mengalami kelelahan dan penurunan motivasi, terutama usia di bawah 40 tahun.

Tenaga medis termasuk kelompok berisiko tinggi; kasus bunuh diri dokter muda di Nusa Tenggara Timur akibat depresi menjadi contoh nyata.