OneNote telah menjadi bagian dari perangkat produktivitas saya selama bertahun-tahun, tetapi Samsung Notes terus menarik perhatian dengan antarmuka yang rapi, alat tulisan tangan yang sangat baik, dan integrasi Galaxy yang erat.

Alih-alih berganti-ganti berdasarkan tugas, saya memutuskan untuk menggunakan kedua aplikasi secara berdampingan selama sebulan penuh.

>>> Kejagung Bantah Pendataan SPPG Dihentikan karena Kasus Febrie

Setelah sebulan penggunaan nyata, salah satunya jauh lebih cocok dengan alur kerja harian saya.

Samsung Notes Terasa Lebih Cepat dan Bersih

Samsung Notes langsung terasa lebih cepat dan bersih dalam penggunaan sehari-hari.

Antarmukanya rapi, menu mudah dipahami, dan editor tidak pernah terasa penuh dengan opsi yang tidak perlu.

Saya bisa membuka aplikasi, membuat catatan, dan mulai mengetik atau menulis dalam hitungan detik.

Bahkan saat menambahkan gambar, daftar periksa, rekaman suara, atau bagian tulisan tangan, aplikasi tetap mulus dan responsif.

Saya juga menyukai bagaimana Samsung menyusun sebagian besar alat pemformatan dengan rapi tanpa memenuhi layar.

Sebagai perbandingan, OneNote sering terasa lebih berat di Samsung Galaxy S25 Ultra, dengan lebih banyak menu dan tata letak yang tampaknya lebih cocok untuk desktop.

OneNote Unggul dalam Organisasi Kompleks

OneNote unggul saat catatan saya menjadi lebih kompleks.

Struktur notebook, bagian, halaman, dan subhalaman memudahkan pemisahan riset artikel, proyek pribadi, catatan rapat, dan materi referensi tanpa membuat daftar yang berantakan.

Saya bisa mendedikasikan satu bagian penuh untuk satu proyek dan menyimpan setiap halaman terkait di dalamnya.

OneNote juga memberikan kontrol privasi yang lebih praktis.

Alih-alih mengunci halaman sensitif satu per satu, saya bisa melindungi seluruh bagian dengan kata sandi dan mengamankan semua halaman di dalamnya sekaligus.