Kabinet Serikat yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi telah menyetujui Semicon 2.0, fase berikutnya dari inisiatif semikonduktor India, dengan total anggaran Rp 1.27.500 crore.

Program ini bertujuan memperkuat ekosistem desain dan manufaktur semikonduktor India melalui dukungan kebijakan jangka panjang, serta melanjutkan kemajuan yang telah dicapai di bawah Semicon 1.0.

>>> 5 Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia, Aman dan Terpercaya

Menurut pemerintah, inisiatif ini dirancang untuk mendukung rantai nilai semikonduktor secara menyeluruh, mencakup desain chip, manufaktur, pengemasan canggih, riset, peralatan, material, dan pengembangan talenta.

Enam Area Fokus Semicon 2.0

Semicon 2.0 akan memperluas ekosistem desain chip India dengan mendukung pengembangan kekayaan intelektual semikonduktor, desain chip, dan produk tingkat sistem untuk aplikasi strategis dan komersial.

Pemerintah menyebutkan bahwa blok bangunan telah diidentifikasi untuk mengembangkan produk-produk tersebut.

Program ini juga akan memberikan insentif bagi perusahaan yang terlibat dalam manufaktur dan riset peralatan semikonduktor, serta produksi material, bahan kimia, dan gas yang diperlukan untuk pembuatan chip.

Selain itu, Semicon 2.0 mendorong investasi di fasilitas Assembly, Testing, Marking and Packaging (ATMP) dan Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT), dengan fokus pada teknologi pengemasan canggih.

Program ini juga akan mendukung riset node proses semikonduktor canggih di luar rentang 28nm hingga 110nm saat ini melalui kolaborasi dengan lembaga riset di dalam dan luar negeri.

Di bidang pengembangan talenta, sebanyak 315 universitas telah menggunakan alat Electronic Design Automation (EDA) standar industri untuk pelatihan desain chip, dengan sekitar 68.000 mahasiswa telah terlatih.

Ke depannya, pelatihan akan diperdalam selama perkuliahan dan diperluas ke operasi ruang bersih, konstruksi fab, serta keterampilan ekosistem semikonduktor lainnya.