Trump Batal Terapkan Tarif Kapal di Selat Hormuz Usai Ditelepon Raja Timur Tengah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pengenaan biaya sebesar 20 persen kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Keputusan itu diambil setelah Trump dihubungi sejumlah pemimpin negara dari kawasan Teluk.
>>> Redmi Note 17 Pro vs Redmi Note 15 Pro: Perbandingan Lengkap
Awalnya, Trump menganggap ide memberlakukan biaya sebagai kompensasi atas pengamanan militer AS adalah gagasan yang bagus.
Namun, pandangannya berubah setelah mendapat telepon dari para mitra dekat AS, termasuk para raja dan emir.
"Kemarin saya mengumumkannya. Saya pikir itu ide yang bagus.
Lalu saya ditelepon oleh berbagai orang, berbagai negara, para raja dan para emir, serta semua orang yang kita kenal dan kita sukai," kata Trump, dikutip Rabu (15/7).
Para pemimpin tersebut menyampaikan keberatan terhadap rencana tarif di Selat Hormuz.
Sebagai gantinya, mereka menawarkan investasi bernilai miliaran dolar ke Amerika Serikat.
"Mereka berkata, 'Kami ingin melakukannya dengan cara yang berbeda. Kami ingin berinvestasi di sana dengan miliaran dan miliaran dolar serta melanjutkan rekor investasi yang sudah ada.
Kami ingin berinvestasi besar-besaran daripada harus membayar biaya,'" ujar Trump.
>>> Manga After God Istirahat Setelah Rilis Bab 106-107
Trump menyambut baik usulan tersebut karena investasi dinilai memberikan manfaat lebih besar dibandingkan tarif.
Ia bahkan mengakui pada dasarnya tidak setuju jika ada negara yang mengenakan biaya atas penggunaan selat internasional.
"Saya menyukai gagasan itu.
Saya sebenarnya tidak berpikir siapa pun seharusnya dapat mengenakan biaya atas Selat Hormuz atau selat mana pun di dunia," katanya.
Trump menegaskan rencana tarif sebelumnya semata-mata dimaksudkan sebagai penggantian biaya pengamanan militer AS.
Kini, setelah negara-negara terkait berkomitmen menanamkan investasi besar di AS, Trump menilai solusi tersebut jauh lebih menguntungkan.
"Negara-negara Teluk akan menginvestasikan uang dalam jumlah yang sangat besar ke Amerika Serikat dan itu sangat memuaskan bagi saya.
Saya pikir ini justru jauh lebih baik," pungkasnya.
>>> Jadwal Berita dan Review Anime Expo 2026: Dari Needy Girl Overdose hingga Star Fox
Meski membatalkan rencana tarif, pemerintahannya sebelumnya telah memastikan akan menerapkan kebijakan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran.
Update Terbaru
Adik Lamine Yamal Curi Perhatian di Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 04:49 WIB
Kode Redeem Cookie Run Classic Juli 2026: Klaim Hadiah Gratis
Rabu / 15-07-2026, 04:49 WIB
Jadwal MSC 2026 Mobile Legends Resmi Diumumkan, Cek di Sini
Rabu / 15-07-2026, 04:49 WIB
Kontroversi Izin AI Samsung Health Ternyata Hanya Kesalahpahaman
Rabu / 15-07-2026, 04:46 WIB
Piala Dunia 2026: Spanyol Unggul di Pasar Double Chance Lawan Prancis
Rabu / 15-07-2026, 04:46 WIB
Green Bay Packers Perpanjang Kontrak Linebacker Isaiah McDuffie
Rabu / 15-07-2026, 04:46 WIB
Cara Cek 5 Keunggulan Utama Samsung Galaxy A27 5G dan Harga Terbaru 2026
Rabu / 15-07-2026, 04:07 WIB
Sepatu Sneakers Retro 'Dad Shoes' Kembali Tren, Ini Rekomendasi Terbaik
Rabu / 15-07-2026, 04:07 WIB
Rencana Pemakaman Sam Neill, Bintang 'Jurassic Park', Terungkap
Rabu / 15-07-2026, 04:07 WIB
Sam Asghari Ingin Gunakan Platform untuk Bantu Rakyat Iran
Rabu / 15-07-2026, 04:07 WIB
Orang Tua Nolan Wells Sebut Investigasi Tak Transparan
Rabu / 15-07-2026, 04:07 WIB
Pelatih Nolan Wells Bantah Ada Ketegangan Rasial di Sekolah
Rabu / 15-07-2026, 04:04 WIB
FIFA Rencanakan Konser Musik di Jeda Babak I Final Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 04:04 WIB
FBI Tetapkan Inggris vs Argentina Laga Paling Berbahaya di Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 04:04 WIB







