Laut Merah Bisa Jadi Titik Panas Baru dalam Konflik Iran-AS

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas berpotensi meluas ke jalur pelayaran strategis lainnya.
Setelah Selat Hormuz, perhatian kini tertuju pada Bab el-Mandeb, pintu masuk ke Laut Merah.
>>> Netanyahu Klaim Ada Negara Diam-Diam Ingin Jadi Mitra Israel
Iran disebut-sebut siap memperluas tekanan dengan memanfaatkan kelompok militan untuk mengganggu pelayaran di Bab el-Mandeb.
Langkah ini dapat membuka front baru dan mengancam dua jalur energi paling vital di dunia.
Teheran telah menunjukkan kemampuannya mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Kini, Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden menjadi sorotan karena merupakan jalur utama ekspor minyak Arab Saudi dan perdagangan internasional.
Ancaman ini menguat setelah pernyataan Pejabat Senior Yaman, Mohammed al-Farah. Ia menyatakan pasukan negaranya siap menutup Selat Bab el-Mandeb menyusul serangan Arab Saudi ke Yaman.
"Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz akan ditutup dalam aliansi operasional. Harga minyak akan melonjak hingga US$200 per barel dalam guncangan yang mengerikan," ujarnya, Rabu (15/7).
Pakar Timur Tengah dari King's College London, Andreas Krieg, menyebut ancaman menutup jalur itu sebagai "opsi nuklir" berikutnya setelah Selat Hormuz.
Langkah tersebut kemungkinan baru diambil jika perang besar tidak bisa dihindari Iran.
"Pesannya adalah bukan hanya Hormuz. Namun Bab el-Mandeb juga berada dalam risiko," katanya.
Ancaman ini bukan tanpa dasar.
Kelompok Houthi sebelumnya telah berulang kali menyerang kapal komersial di Laut Merah sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.
Serangan itu memaksa banyak perusahaan pelayaran mengalihkan rute mengitari Afrika bagian selatan, sehingga biaya logistik dan distribusi energi meningkat tajam.
AS dan Inggris bahkan melancarkan operasi militer serta membentuk misi angkatan laut multinasional untuk mengamankan jalur tersebut.
Meski demikian, para analis menilai meluasnya ancaman terhadap dua jalur strategis itu justru dapat meningkatkan tekanan bagi kedua negara untuk kembali ke meja perundingan.
>>> AS Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Lebanon dan Suriah
Sebelum dua jalur minyak terpenting dunia berubah menjadi medan konflik utama.
Update Terbaru
Gagal Total! Latihan Pole Dancing Malah Banjiri Ruang Tamu
Rabu / 15-07-2026, 05:07 WIB
Tory Lanez Rilis Album Baru dari Penjara, Dua Lagu Bocoran Terbukti Asli
Rabu / 15-07-2026, 05:07 WIB
Video Viral: Gubernur Nevada Ditilang, Bebas Setelah Sebut Nama
Rabu / 15-07-2026, 05:07 WIB
Sam Neill Meninggal Mendadak, Sempat Idap Pneumonia
Rabu / 15-07-2026, 05:05 WIB
Rekor 7 Dekade Prancis Patah! Spanyol ke Final Piala Dunia Setelah 16 Tahun
Rabu / 15-07-2026, 05:05 WIB
Kontroversi Penalti Spanyol vs Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 05:05 WIB
Meta Digugat karena Gunakan AI Cacat untuk PHK Karyawan
Rabu / 15-07-2026, 05:00 WIB
Manajer QA Helldivers 2 Kecam PHK Massal di Industri Game
Rabu / 15-07-2026, 05:00 WIB
George Lucas Bandingkan AI dengan Penemuan Mobil: 'Tidak Ada yang Bisa Dilakukan'
Rabu / 15-07-2026, 05:00 WIB
Indonesia Peringkat Kedua Kasus Gagal Jantung di Asia, Ini Penyebabnya
Rabu / 15-07-2026, 05:00 WIB
OMG Hello! Terlanjur Mencintaimu Turun Bareng Arisan, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 15 Juli 2026
Rabu / 15-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Asoka Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 15 Juli 2026 di ANTV
Rabu / 15-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Casino Royale di Bioskop Trans TV Hari ini 15 Juli 2026
Rabu / 15-07-2026, 05:00 WIB







