Meta Digugat karena Gunakan AI Cacat untuk PHK Karyawan
Meta kembali menjadi sorotan setelah 26 karyawannya mengajukan gugatan hukum.
Mereka menuduh perusahaan menggunakan kecerdasan buatan (AI) internal untuk menentukan siapa yang harus dipecat dalam gelombang PHK awal tahun ini.
>>> Manajer QA Helldivers 2 Kecam PHK Massal di Industri Game
Menurut laporan Reuters, gugatan tersebut menyebutkan bahwa Meta menggunakan platform AI bernama "Checkpoint" untuk menyaring karyawan berdasarkan metrik produktivitas yang tidak transparan dan penggunaan token large language model (LLM).
Para penggugat mengklaim bahwa metode ini secara tidak proporsional menargetkan penyandang disabilitas dan mereka yang mengambil cuti melahirkan atau cuti medis.
Hampir separuh dari penggugat mengatakan PHK mereka terkait dengan cuti melahirkan atau cuti orang tua.
Platform Checkpoint diduga gagal membedakan antara cuti yang dilindungi undang-undang dengan kurangnya keterlibatan kerja.
>>> George Lucas Bandingkan AI dengan Penemuan Mobil: 'Tidak Ada yang Bisa Dilakukan'
Seorang direktur yang namanya dirahasiakan mengaku mendapat peringatan dari manajemen untuk tidak mengambil cuti FMLA yang direkomendasikan dokternya.
Para penggugat terdiri dari insinyur, manajer, peneliti, desainer, dan seorang direktur yang memiliki akses langsung ke platform AI tersebut.
Mereka menuntut agar Meta tidak melanjutkan PHK terhadap mereka.
Juru bicara Meta membantah tuduhan tersebut. "Keputusan manajemen tenaga kerja dan organisasi dibuat oleh manusia, bukan AI," katanya kepada Reuters.
>>> Indonesia Peringkat Kedua Kasus Gagal Jantung di Asia, Ini Penyebabnya
Gugatan ini menambah daftar panjang kontroversi seputar penggunaan AI di Meta. Sebelumnya, perusahaan juga dituduh menjalankan iklan untuk konten pelecehan anak.
Update Terbaru
Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit
Rabu / 15-07-2026, 07:09 WIB
2 Rekor Baru Spanyol usai Sikat Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 07:09 WIB
IHSG Diramal Lanjut Ngegas Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Rabu / 15-07-2026, 07:09 WIB
Rodrigo De Paul: Kendalikan Emosi Kunci Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Nissan Konfirmasi Penghentian Altima dan Rogue Plug-In Hybrid
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Polisi Australia Selatan Gunakan Mobil Patroli Bayangan untuk Menjebak Pelanggar Lalu Lintas
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Deret Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Update Perang AS-Iran: Selat Hormuz Diblokade, Kuwait-Bahrain Dirudal
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Petaka Tidur Lelap Agus: Tewas Ditusuk demi Biaya Kawin
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
8 Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah dari Perilaku Sehari-hari
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
OJK: Transaksi Mencurigakan Judi Online Melonjak 260 Persen
Rabu / 15-07-2026, 07:04 WIB
Deschamps Akui Prancis Kalah Kualitas dari Spanyol
Rabu / 15-07-2026, 07:04 WIB
Samsung Ungkap Cara Baru Kurangi Lipatan pada Ponsel Lipat Terbaru
Rabu / 15-07-2026, 07:04 WIB
Richard Lee Pingsan di Sel, Kuasa Hukum Ajukan Pengalihan Penahanan
Rabu / 15-07-2026, 07:01 WIB







