Polisi Australia Selatan Gunakan Mobil Patroli Bayangan untuk Menjebak Pelanggar Lalu Lintas
Kepolisian Australia Selatan (South Australia Police) baru saja mengerahkan enam kendaraan patroli baru yang disebut "shadow police cars" atau mobil patroli bayangan.
Kendaraan-kendaraan ini menggunakan grafis reflektif yang terinspirasi dari Amerika Serikat, sehingga sulit terlihat di siang hari.
>>> California Beri Diskon $3.500 untuk Pembeli EV Pertama Kali
Namun, saat malam hari, grafis tersebut akan menyala dan memperlihatkan identitas asli kendaraan sebagai mobil polisi.
Armada ini terdiri dari dua Subaru Outback, dua Toyota Kluger (dikenal sebagai Highlander di AS), dan dua Land Cruiser 300 Series.
Mereka dirancang untuk mengisi celah antara unit patroli tradisional dan kendaraan penyamaran penuh.
Konsep Ghost Cars dari Amerika
Komisaris Polisi Grant Stevens mengakui bahwa konsep ini diadopsi dari Amerika Serikat, di mana "ghost cars" atau "stealth interceptors" telah digunakan selama bertahun-tahun.
Menurut Stevens, pengalaman di AS menunjukkan bahwa kendaraan dengan grafis tersembunyi efektif mengganggu upaya pengemudi untuk menghindari patroli dan mencegah pengulangan pelanggaran.
>>> BMW Recall 29.919 Mobil Hybrid Plug-in karena Risiko Kebakaran
Untuk memperkuat efek penyamaran, kendaraan ini tidak menggunakan lampu sorot di atap, melainkan lampu strobo kecil yang ditempatkan di dalam gril dan di balik kaca.
Meskipun tampil low-profile, setiap kendaraan dilengkapi dengan peralatan operasional standar, termasuk sistem deteksi kecepatan, alat tes alkohol dan narkoba portabel, serta peralatan investigasi kecelakaan.
Keenam mobil patroli bayangan ini akan dibagi untuk berpatroli di jalan raya regional dan zona metropolitan yang padat.
Pengerahan ini diharapkan dapat membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas.
>>> Toyota Corolla Hatchback 2027: Layar Lebih Besar, Tapi Varian FX Dihapus
Data kepolisian menunjukkan bahwa dari 61 kematian di jalan raya negara bagian tahun ini, 10% disebabkan oleh mengemudi di bawah pengaruh alkohol, 21% karena narkoba, dan 36% akibat perilaku agresif di jalan.
Update Terbaru
Restomod Land Rover Defender Ini Dijual Lebih Mahal dari Dua OCTA Baru
Rabu / 15-07-2026, 09:10 WIB
Prancis Akui Kalah Segalanya dari Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 09:09 WIB
OJK Minta Insentif untuk ETF Emas ke Menko Airlangga
Rabu / 15-07-2026, 09:09 WIB
BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Ini Daftarnya
Rabu / 15-07-2026, 09:08 WIB
6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
Rabu / 15-07-2026, 09:07 WIB
Mobil 'Kodok' Kembali, Kini Bertenaga Listrik 201 hp
Rabu / 15-07-2026, 09:07 WIB
Internet Wi-Fi 7 Pertama di Indonesia Meluncur, Kecepatan 2 Gbps Cuma Rp250 Ribu
Rabu / 15-07-2026, 09:07 WIB
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Anggota Komite Non Dewan Pengawas, Cek Syaratnya
Rabu / 15-07-2026, 09:07 WIB
Ahmad Khozinudin: Eksepsi Tifa dan Praperadilan Roy Suryo Bisa Selamatkan Jokowi dari Kursi Terdakwa
Rabu / 15-07-2026, 09:07 WIB
Pakar Hukum Bantah Mahfud MD: Pelimpahan Kasus Eks Jampidsus Sudah Sesuai UU
Rabu / 15-07-2026, 09:07 WIB
Tak Mau Urus Cucu, Menantu Aniaya Mertua Hingga Patah Tulang Rusuk
Rabu / 15-07-2026, 09:05 WIB
Curhat Aktor Korea Sepi Tawaran Akting, Beralih Buka Restoran Daging BBQ
Rabu / 15-07-2026, 09:04 WIB
Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Global, Dukung 5G dan Segera Masuk Indonesia
Rabu / 15-07-2026, 09:04 WIB
Joe Ryan Bicara Rumor Transfer Red Sox dan Fastball Uniknya
Rabu / 15-07-2026, 09:00 WIB







