Manajer QA Helldivers 2 Kecam PHK Massal di Industri Game
Dave Gallacher, manajer quality assurance di Arrowhead Game Studios—pengembang Helldivers 2—menyuarakan kekesalannya terhadap gelombang PHK massal yang terus melanda industri video game.
Dalam unggahan di LinkedIn, Gallacher menyebut bahwa setiap struktur industri game dikuasai oleh uang, dan mereka yang memegang kendali telah bertindak serakah selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.
>>> George Lucas Bandingkan AI dengan Penemuan Mobil: 'Tidak Ada yang Bisa Dilakukan'
"Bagaimana mungkin pimpinan Ubisoft dan Embracer tidak dipenjara sungguh di luar pemahaman saya," tulis Gallacher, merujuk pada praktik bisnis yang dianggapnya tidak etis.
Ia menambahkan bahwa para korban adalah ribuan pengembang berbakat yang kini kehilangan pekerjaan dan diharapkan bisa memulai studio sendiri tanpa modal.
Gallacher sebelumnya bekerja selama sepuluh tahun di DICE sebelum bergabung dengan Arrowhead pada musim panas ini.
Pekan lalu, saat Microsoft mulai memangkas ribuan posisi, Gallacher kembali menulis di LinkedIn bahwa selama tiga tahun terakhir ia selalu mengatakan tahun ini akan menjadi pertumpahan darah, dan kenyataannya semakin buruk setiap tahun.
>>> Indonesia Peringkat Kedua Kasus Gagal Jantung di Asia, Ini Penyebabnya
Ia juga mempertanyakan ke mana perginya uang perusahaan, menyebut CEO yang delusional berbicara tentang menjangkau miliaran pemain sambil menggunakan gaji karyawan untuk mengembangkan kecerdasan buatan.
Menurut Gallacher, situasi ini adalah "garis waktu paling gelap" bagi industri game.
Selain Microsoft, Ubisoft, dan Embracer, ia juga menyoroti EA yang dilaporkan memecat pengembang Battlefield 6 setelah game sebelumnya terjual 20 juta kopi, serta Epic Games yang memangkas lebih dari 1.000 pekerjaan karena Fortnite mulai menurun popularitasnya.
Gallacher mengakui bahwa sebagian dari industri game masih mendorong perilaku obsesif, sementara sebagian lainnya membuat orang ingin menabrak lalu lintas.
"Ini rumit," katanya dalam unggahan lain pekan ini.
Update Terbaru
Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit
Rabu / 15-07-2026, 07:09 WIB
2 Rekor Baru Spanyol usai Sikat Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 07:09 WIB
IHSG Diramal Lanjut Ngegas Hari Ini, Cermati Level Support dan Resistance
Rabu / 15-07-2026, 07:09 WIB
Rodrigo De Paul: Kendalikan Emosi Kunci Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Nissan Konfirmasi Penghentian Altima dan Rogue Plug-In Hybrid
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Polisi Australia Selatan Gunakan Mobil Patroli Bayangan untuk Menjebak Pelanggar Lalu Lintas
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Deret Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2026
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Update Perang AS-Iran: Selat Hormuz Diblokade, Kuwait-Bahrain Dirudal
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
Petaka Tidur Lelap Agus: Tewas Ditusuk demi Biaya Kawin
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
8 Cara Mengenali Orang dengan IQ Rendah dari Perilaku Sehari-hari
Rabu / 15-07-2026, 07:07 WIB
OJK: Transaksi Mencurigakan Judi Online Melonjak 260 Persen
Rabu / 15-07-2026, 07:04 WIB
Deschamps Akui Prancis Kalah Kualitas dari Spanyol
Rabu / 15-07-2026, 07:04 WIB
Samsung Ungkap Cara Baru Kurangi Lipatan pada Ponsel Lipat Terbaru
Rabu / 15-07-2026, 07:04 WIB
Richard Lee Pingsan di Sel, Kuasa Hukum Ajukan Pengalihan Penahanan
Rabu / 15-07-2026, 07:01 WIB







