Karyawan Meta Gugat Perusahaan atas Dugaan PHK Berbasis AI
Puluhan karyawan Meta melayangkan gugatan hukum ke Pengadilan Distrik Utara California pada Senin (13/5).
Mereka menuduh perusahaan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menarget pekerja yang mengambil cuti medis atau cuti melahirkan dalam gelombang PHK massal.
>>> Tinggalkan Smartwatch, Beralih ke Jam Tangan Sederhana Musim Panas Ini
Gugatan diajukan oleh 26 pekerja yang meminta pengadilan mengeluarkan putusan sementara untuk menghentikan Meta menyelesaikan PHK yang mempengaruhi sekitar 8.000 karyawan.
Para penggugat mengklaim Meta mengandalkan metrik otomatis, bukan penilaian manajer, untuk memilih karyawan yang akan di-PHK.
Dalam dokumen gugatan, disebutkan bahwa Meta menggunakan "konstelasi sistem kecerdasan buatan internal" yang mencakup peringkat kinerja AI dan data pemantauan ketukan tombol.
Sistem ini digunakan untuk menilai, memberi peringkat, dan memilih karyawan yang masuk daftar PHK.
"Meta tidak menyusun daftar PHK melalui pertimbangan manajer yang mengetahui pekerjaan karyawan," demikian pernyataan dalam gugatan. Sebaliknya, perusahaan disebut mengandalkan pelacakan otomatis tanpa melibatkan kepemimpinan manusia.
Para penggugat menyatakan bahwa metrik tersebut gagal memperhitungkan karyawan yang mengambil cuti keluarga atau cuti medis.
Akibatnya, pekerja yang mengambil cuti dilindungi secara tidak proporsional terpilih untuk PHK, karena penilaian tidak hanya mengabaikan cuti mereka tetapi justru menghukum mereka karena menggunakan hak legal tersebut.
Salah satu penggugat, seorang insinyur, mengklaim evaluasi kerjanya menurun karena waktu cuti yang disetujui.
Gugatan juga menyebutkan bahwa perangkat lunak pelacakan diterapkan tanpa komunikasi yang memadai kepada karyawan, hanya melalui unggahan internal bervisibilitas rendah yang dibuat oleh insinyur, bukan pimpinan senior.
Update Terbaru
Tom Holland: Film Superhero Bisa Belajar dari The Odyssey untuk Lebih Realistis
Rabu / 15-07-2026, 08:28 WIB
Mendiang Presiden Nintendo Satoru Iwata: PHK Tak Akan Hasilkan Kinerja Terbaik
Rabu / 15-07-2026, 08:25 WIB
Yordan Alvarez Dominasi Liga Amerika Jelang All-Star Game
Rabu / 15-07-2026, 08:25 WIB
Prasetiya Mulya, Danamon, dan Manulife Luncurkan Ekosistem Dana Pendidikan
Rabu / 15-07-2026, 08:24 WIB
Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang TKI
Rabu / 15-07-2026, 08:22 WIB
PGE Targetkan Kapasitas Panas Bumi Mandiri 1 GW pada 2028
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Biaya Kuliah Terus Naik, IFG Life Soroti Pentingnya Ketahanan Finansial
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Dokter Indonesia Ciptakan AI untuk Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Timothée Chalamet Gagal Menahan Antusiasme Bertemu Cheerleader Dallas Cowboys
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Pentagon Rilis Buku Panduan untuk Warga AS Hadapi Serangan Drone
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Startup China StepFun Luncurkan StepX Neo, Smartphone AI Pertama di Dunia
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Sam Altman Minta Hakim Turun Tangan dalam Kasus Tuduhan Adik
Rabu / 15-07-2026, 08:20 WIB
Don Ritto Bantah Punya Rp67 M di Kafe de'Clan, Sebut untuk Bangun Pelabuhan
Rabu / 15-07-2026, 08:19 WIB
Bapanas Ungkap Penyebab Harga Beras Masih Tinggi
Rabu / 15-07-2026, 08:19 WIB







