Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan memangkas 8.000 karyawan dalam gelombang kedua.

Langkah ini menambah total 19.000 PHK yang dilakukan perusahaan dalam dua tahun terakhir.

>>> China Vs Nvidia H200: Geopolitik Chip AI dan Perang Teknologi Makin Memanas

Keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi "Tahun Efisiensi" yang digagas Mark Zuckerberg.

PHK ini didorong oleh perlambatan ekonomi global, tekanan inflasi, dan investasi besar di Metaverse.

Meskipun ada restrukturisasi, Meta tetap berkomitmen pada investasi jangka panjang di AI dan Metaverse.

AI Reality Check

Gelombang PHK ini memicu apa yang disebut sebagai "AI Reality Check".

>>> Polisi Hoover Beralih ke Shift 12 Jam untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petugas

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI menjanjikan, implementasinya memerlukan waktu dan strategi yang matang.

Pertanyaan pun muncul: apakah investasi miliaran dolar di AI dan Metaverse sebanding dengan dampak sosial yang ditimbulkan?

Restrukturisasi ini bertujuan untuk menciptakan perusahaan yang lebih ramping dan fokus.

>>> ICE Hentikan Sementara Sebagian Besar Penghentian Kendaraan

Namun, PHK massal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan pekerja teknologi.