Houston Astros slugger Yordan Alvarez memasuki Major League Baseball All-Star Game pada Selasa, 14 Juli 2026, sebagai pemukul paling dominan di American League.

Ia memimpin liga dalam beberapa kategori ofensif dan menempatkan dirinya dalam perburuan Triple Crown yang bersejarah.

>>> Prasetiya Mulya, Danamon, dan Manulife Luncurkan Ekosistem Dana Pendidikan

Menurut data dari sports. yahoo.

com dan Houston Chronicle, Alvarez memimpin American League dengan 31 home run dan 70 RBI.

Ia akan menjadi pemukul kedua dalam lineup American League di Philadelphia.

Penampilannya menempatkannya di jalur yang hanya dicapai oleh pemukul kidal legendaris seperti Babe Ruth, Lou Gehrig, Barry Bonds, dan Shohei Ohtani.

Pujian dari Rekan dan Pelatih

Pemain dan pelatih lawan mencatat bahwa kesuksesan Alvarez berasal dari pendekatan yang sangat analitis dan tenang di plate.

Penangkap veteran Christian Vazquez dari Minnesota dan Boston mengingat kesulitan menghadapi slugger Kuba itu.

"Saat saya di Minnesota dan Boston, saya merasa dia ada di dalam pikiran saya, berpikir bersama saya," kata Vazquez.

"Itulah bagian sulitnya. Saat Anda melempar kepadanya, saya rasa tidak ada urutan lemparan yang bagus untuknya.

Karena dia sudah selangkah di depan Anda."

Manajer Astros Joe Espada memuji persiapan luar biasa dan ketenangan mental Alvarez.

Ia mencatat bahwa Alvarez secara teratur berbagi wawasan tentang pelempar lawan dengan rekan setimnya, meskipun pelatih kadang harus mengingatkannya betapa uniknya kemampuan alaminya.

"Ada tingkat kecerdasan dan ketenangan dalam setiap at-bat yang belum pernah saya lihat sepanjang karier saya," kata Espada.

Pelatih hitting Houston Victor Rodriguez membandingkan kesiapan dan insting hitting alami Alvarez dengan Hall of Fame designated hitter David Ortiz.