Kenaikan biaya pendidikan tinggi menjadi perhatian serius bagi banyak keluarga. Perencanaan keuangan jangka panjang dinilai penting agar mampu membiayai studi hingga selesai.

Berdasarkan Statistik Penunjang Pendidikan 2024 dari BPS, rata-rata biaya pendidikan di perguruan tinggi mencapai Rp19,01 juta per tahun ajaran.

>>> Dokter Indonesia Ciptakan AI untuk Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung

Pada kelompok pengeluaran 20% teratas, biaya yang dikeluarkan bahkan mencapai Rp24,42 juta per tahun ajaran.

Biaya tersebut tidak hanya mencakup uang kuliah, tetapi juga kebutuhan hidup, tempat tinggal, transportasi, dan perlengkapan perkuliahan. Semua komponen ini terus meningkat selama masa studi.

IFG Life: Ketahanan Finansial Kunci Keberhasilan Studi

Direktur Bisnis Individu merangkap Pelaksana Tugas Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Fabiola Noralita, mengatakan tantangan pembiayaan pendidikan saat ini bukan hanya mengumpulkan dana.

Lebih dari itu, memastikan kondisi keuangan tetap mampu menopang pendidikan ketika terjadi perubahan ekonomi dalam keluarga.

"Ketika berbicara mengenai dana pendidikan, banyak yang masih berfokus pada berapa besar dana yang harus dikumpulkan.

Padahal, tantangan yang sebenarnya adalah memastikan tujuan tersebut tetap dapat dicapai meskipun kondisi keuangan berubah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Menurut Fabiola, perencanaan keuangan untuk pendidikan perlu dibangun melalui dua aspek, yakni pembentukan aset dan pengelolaan risiko.

Dengan demikian, keluarga memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau meningkatnya biaya kesehatan.

>>> Timothée Chalamet Gagal Menahan Antusiasme Bertemu Cheerleader Dallas Cowboys

Ia menilai literasi keuangan juga perlu diperluas, tidak hanya mengenai menabung dan berinvestasi, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya membangun ketahanan finansial.

Tujuan jangka panjang pun tetap dapat dicapai.

Dalam konteks tersebut, IFG Life menilai perlindungan melalui asuransi dapat menjadi instrumen pelengkap dalam perencanaan keuangan.

Fungsinya bukan menggantikan tabungan atau investasi, melainkan membantu menjaga stabilitas keuangan ketika terjadi risiko yang memengaruhi kesehatan atau penghasilan.

Fabiola menambahkan, momentum penerimaan mahasiswa baru setiap tahun menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik.

Kesiapan finansial selama masa kuliah juga sangat menentukan.

Karena itu, ia mendorong masyarakat membangun perencanaan keuangan secara komprehensif sejak dini.

>>> Pentagon Rilis Buku Panduan untuk Warga AS Hadapi Serangan Drone

Mulai dari menabung, berinvestasi, menyiapkan dana darurat, hingga melengkapi perlindungan terhadap berbagai risiko agar rencana pendidikan tetap berjalan sesuai target.