Menabung merupakan langkah dasar menjaga kesehatan keuangan. Namun, banyak orang masih bingung memilih antara tabungan biasa dan tabungan berjangka.

Kedua produk ini memiliki tujuan dan karakteristik berbeda. Perencana keuangan menyarankan pemilihan berdasarkan kondisi finansial dan tujuan, bukan semata bunga tinggi.

>>> Harga BBM B50 per Liter Belum Diumumkan Pemerintah

Prioritaskan Dana Darurat

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Dandy menyarankan tabungan biasa jika dana darurat belum terkumpul. Dana darurat idealnya minimal tiga kali pengeluaran bulanan.

"Bisa ambil tabungan berjangka kalau dana darurat sudah terkumpul tiga bulan pengeluaran bulanan. Kalau belum, saran saya tabungan biasa dulu," ujar Dandy.

Tabungan berjangka cocok bagi yang sulit disiplin menabung karena fitur autodebet. Dandy menyarankan durasi tidak lebih dari tiga tahun.

Perhatikan juga biaya peluang. Bunga tabungan berjangka masih relatif rendah, kecuali beberapa bank digital.

>>> Tak Pernah Kalah dalam 90 Menit, Cape Verde Tersingkir dari Piala Dunia

Alternatif lain adalah reksa dana pasar uang.

Perencana Keuangan OneShildt Consulting Budi Rahardjo mengatakan tabungan berjangka menawarkan bunga lebih tinggi karena dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu.

Tabungan biasa lebih cocok untuk transaksi harian seperti transfer, pembayaran, dan autodebet. Fungsinya sebagai rekening penampung, bukan mengejar bunga.

>>> Oppo Reno 16 Series Resmi di Indonesia, Harga Naik Hingga 56%

Tabungan berjangka sesuai untuk target keuangan jangka menengah 1-5 tahun, misalnya biaya pendidikan atau uang muka rumah.