Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kontroversial untuk mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan itu sebelumnya direncanakan sebagai bentuk pungutan atas perlindungan keamanan di jalur perdagangan strategis tersebut.

>>> Trump Batal Terapkan Tarif Kapal di Selat Hormuz Usai Ditelepon Raja Timur Tengah

Kini Washington memilih skema kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara di kawasan Teluk.

"Karena pembicaraan yang sangat produktif, saya memutuskan untuk mengganti biaya penggantian 20 persen dengan kesepakatan perdagangan dan investasi yang akan dilakukan berbagai negara Teluk ke Amerika Serikat," ujar Trump, dikutip Rabu (15/7).

Trump mengklaim investasi baru dari negara-negara tersebut akan memperkuat arus modal asing ke AS.

Ia menyebut masuknya investasi itu akan mendorong pembangunan pabrik, fasilitas industri, hingga peralatan produksi dalam skala besar.

>>> Redmi Note 17 Pro vs Redmi Note 15 Pro: Perbandingan Lengkap

Menurut Trump, langkah tersebut berpotensi menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru dengan upah tinggi bagi warga Amerika.

Sikap Keras terhadap Iran Tetap Dipertahankan

Meski membatalkan kebijakan tarif di Selat Hormuz, Trump menegaskan sikap kerasnya terhadap Iran.

Ia mengatakan AS tetap akan memberlakukan blokade penuh terhadap kapal yang berasal dari pelabuhan, menuju pelabuhan, atau mengangkut muatan yang berkaitan dengan Iran.

"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump.

>>> Manga After God Istirahat Setelah Rilis Bab 106-107

Pemerintahan AS memastikan blokade terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan musuh tetap diberlakukan sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran.