Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Hal ini menyusul memanasnya konflik antara Teheran dan Amerika Serikat.

Netanyahu menegaskan negaranya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan eskalasi perang di Timur Tengah.

>>> Data PHK Kemnaker Dinilai Tak Akurat, Said Iqbal Sebut Angka Riil Jauh Lebih Besar

Ia mengingatkan musuh agar tidak berharap Israel akan berdiam diri jika kembali menjadi sasaran serangan.

"Jangan berharap akan ada keheningan jika kalian menyerang kami," ujar Netanyahu, dikutip Rabu (15/7).

Ia menegaskan bahwa apabila musuh kembali melancarkan serangan, respons negaranya akan jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

"Jangan berharap akan ada tayangan ulang; yang akan terjadi adalah siaran yang berbeda—jauh lebih kuat," lanjutnya.

Netanyahu juga memastikan pemerintah dan militer negaranya telah mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

"Kami siap menghadapi setiap skenario," tegasnya.

>>> Trump Batalkan Rencana Biaya Upeti di Selat Hormuz, Beralih ke Kerja Sama Dagang

Menurut Netanyahu, era ketika pihak lain dapat menyerang negaranya tanpa menerima konsekuensi telah berakhir. Ia menyatakan akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang menjadi musuh Israel.

"Hari-hari ketika seseorang bisa menyerang kami tanpa membayar harga yang mahal telah berakhir.

Kami telah membuktikannya saat menghadapi poros kejahatan, dan kami akan terus bertindak tegas terhadap siapa pun yang menyakiti kami.

Itulah yang telah kami lakukan, dan itulah yang akan terus kami lakukan," katanya.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap Israel di tengah konflik yang terus berkembang antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara kembali terlibat aksi saling serang dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Israel meluncurkan operasi militer Operation Roaring Lion ke Iran pada Februari 2026. Tel Aviv juga terus berhadapan dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.

>>> Trump Batal Terapkan Tarif Kapal di Selat Hormuz Usai Ditelepon Raja Timur Tengah

Dengan peringatan terbaru ini, Israel mengisyaratkan akan tetap mempertahankan kesiapan militer penuh sembari mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat muncul dari konflik Iran-Amerika.