PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun pada semester pertama 2026. Angka ini tumbuh 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan laba yang signifikan ini disebut seiring dengan transformasi bisnis dan tata kelola perusahaan yang sejalan dengan agenda Danantara Indonesia.

>>> Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026

Kinerja tersebut merupakan hasil dari penerapan operational excellence dan cost leadership yang disiplin di bawah supervisi Danantara.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan efisiensi operasional dan disiplin biaya dijalankan secara konsisten sesuai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara, transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan," ujarnya, Rabu (15/7).

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51 persen. EBITDA juga meningkat 140 persen menjadi Rp14,28 triliun seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional.

Transformasi memperkuat daya tahan bisnis Pupuk Indonesia melalui strategi yang memastikan kinerja tetap adaptif dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Perusahaan menerapkan diversifikasi sumber pendapatan dengan memperkuat kontribusi segmen non-subsidi dan produk non-pupuk.

Selain itu, Pupuk Indonesia memperluas sumber pasokan dan skema kontrak bahan baku untuk meredam dampak volatilitas harga komoditas global terhadap struktur biaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan terus melakukan transformasi bisnis melalui operational & digital excellence, penguatan holding business streamlining, hingga distribusi public service obligation.

Dari sisi tata kelola, transformasi didukung oleh penerbitan Peraturan Presiden Nomor 113 tahun 2025 yang menjadi titik balik efisiensi operasional perusahaan.

Pupuk Indonesia juga berkomitmen melakukan peremajaan atau revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan sesuai arahan Danantara.