Kelembaban monsun mulai melanda wilayah barat Amerika Serikat, membawa udara lembap ke Lembah Coachella, California, dan meningkatkan risiko banjir bandang di Utah.

Menurut laporan cuaca dari KESQ dan ABC4, tekanan tinggi yang sebelumnya memicu suhu rekor akhir pekan lalu kini bergeser ke timur.

>>> Israel Makin 'Tercekik' Kekurangan Pasukan Cadangan hingga Tank Perang

Pergeseran ini memungkinkan aliran dari selatan menarik uap air ke wilayah tersebut.

Di Utah, suhu siang hari masih 5 hingga 10 derajat di atas rata-rata dengan angka tiga digit di sepanjang Wasatch Front.

Namun, meningkatnya tutupan awan dan kelembaban membuat suhu malam hari tetap hangat, berkisar di angka 70 hingga 80 derajat Fahrenheit.

Kelembaban diperkirakan memicu hujan sore dan badai petir yang meluas.

>>> Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: XLSmart dan Telkomsel Menang

Pihak berwenang memperingatkan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan banjir bandang di saluran kering, ngarai sempit, dan area bekas kebakaran seperti Babylon dan Cottonwood.

Di California Selatan, penduduk dan pelaku bisnis di Lembah Coachella melaporkan bahwa kelembaban tinggi telah mengganggu panas kering yang biasa terjadi di wilayah tersebut.

Akibatnya, kondisi di luar ruangan menjadi jauh kurang nyaman.

>>> 7 Aplikasi Terbukti Membayar untuk Hasilkan Saldo Dana Gratis di 2026

Meskipun suhu sedikit menurun, risiko banjir bandang tetap menjadi perhatian utama di daerah rawan.