Gelombang panas ekstrem yang dipicu oleh punggungan tekanan tinggi menerjang wilayah utara Pegunungan Rocky pada 12 Juli 2026.

Suhu di Montana, Wyoming, dan Utah memecahkan rekor yang bertahan puluhan hingga lebih dari seabad.

>>> Disneyland Naikkan Harga Makanan di Seluruh Resor California

Layanan Cuaca Nasional (NWS) menyatakan sistem atmosfer ini memerangkap udara panas di permukaan dan menekan tutupan awan. Akibatnya, sinar matahari langsung membakar wilayah tersebut tanpa hambatan.

Di Montana, sensor suhu di bandara Miles City mencatat 115 derajat Fahrenheit. Sementara itu, Billings mencapai 111 derajat Fahrenheit.

Keduanya merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sheridan, Wyoming, mencatat 109 derajat Fahrenheit, memecahkan rekor lokal yang bertahan sejak 1907. Di Utah, Salt Lake City mencapai 109 derajat Fahrenheit dan Randolph menembus 100 derajat Fahrenheit.

Catatan stasiun di sana dimulai sejak 1890-an.

>>> Badai Petir Parah Ancam Jerman Selatan dengan Hujan Lebat

Dampak Kesehatan dan Pergeseran ke Timur

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan lonjakan kunjungan ke unit gawat darurat terkait panas di negara bagian Mountain.

Angkanya meningkat sepuluh kali lipat selama peristiwa cuaca ini.

Peneliti NASA menggunakan sistem pemodelan MERRA-2 menemukan bahwa frekuensi gelombang panas musim panas di AS meningkat dua kali lipat antara 1980 dan 2023.

Rata-rata naik dari dua menjadi empat kejadian per bulan.

Sistem tekanan tinggi diperkirakan bergerak ke timur menuju Midwest, New England, dan Mid-Atlantic.

>>> Mengintip Bangkai Kapal Era Heroik Eksplorasi Antartika dengan Teknologi 3D

Peringatan panas telah dikeluarkan karena indeks panas diperkirakan melampaui 100 derajat Fahrenheit di wilayah seperti Northeast Ohio dan Toledo pada 15 Juli 2026.