Iran angkat bicara terkait manuver milisi Houthi di Yaman yang kembali memicu pertempuran dengan Arab Saudi.

Konflik tersebut terjadi di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

>>> KPK Siap Dukung Data LHKPN Febrie Adriansyah ke Kejagung

Teheran menegaskan bahwa pergerakan Houthi tidak mewakili Iran.

Pernyataan itu disampaikan perwakilan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres.

"Klaim bahwa Ansar Allah bertindak atas nama Iran sama sekali tidak berdasar," tulis Iravani, merujuk pada nama resmi Houthi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Sanaa mewakili sebagian besar rakyat Yaman dan membuat keputusan secara independen.

Houthi, yang selama ini disebut sekutu kuat Iran, telah melancarkan serangan ke kapal di Laut Merah dan Israel sejak agresi di Gaza.

>>> Kejagung Bentuk Tim Khusus 9 Jaksa Usut Kasus Febrie, Mayoritas Alumni KPK

Houthi dan Saudi kembali saling serang setelah Saudi menyerang bandara Sanaa pada Senin (13/7).

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan mereka menargetkan Bandara Internasional Abha di Saudi dengan rudal balistik dan drone.

Serangan ini adalah yang pertama sejak gencatan senjata informal pada Maret 2022.

Houthi menyebut serangan Saudi sebagai agresi dan mengakhiri periode de-eskalasi.

>>> Prajurit Israel Divonis 5 Tahun Penjara karena Jadi Mata-mata Iran

Mereka memperingatkan maskapai penerbangan untuk tidak terbang di wilayah udara Saudi hingga blokade bandara Sanaa dicabut.