Kardinal Orlando Beltran Quevedo asal Filipina resmi menjadi penerima perdana Harmony in Diversity Award 2026. Acara penganugerahan berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Rabu (15/7).

"Saya sangat berterima kasih kepada 5P Global Movement dan Temasek Foundation untuk penghargaan yang sangat berharga ini.

>>> Sumut Manfaatkan Tambahan TKD Rp6,35 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana

Saya menganggap gerakan saya, untuk menjaga harmoni dan diversitas, sebagai misi berterusan dari Tuhan," ujar Kardinal Orlando Beltran usai menerima penghargaan.

Harmony in Diversity Award merupakan penghargaan yang memberikan pengakuan kepada individu yang berkomitmen memupuk kohesi dan harmoni sosial.

Penghargaan ini diinisiasi oleh Temasek Foundation dan 5P Global Movement, pertama kali diluncurkan pada 1 Agustus 2025.

Tahun ini, terdapat lebih dari 70 nominasi untuk Harmony in Diversity Award 2026. Kardinal Orlando Beltran Quevedo dinobatkan sebagai peraih edisi pertama.

Kardinal Orlando Beltran Quevedo adalah tokoh Gereja Katolik Filipina, Uskup Agung Emeritus Cotabato, dan Kardinal pertama yang berasal dari pulau Mindanao.

Ia dikenal sebagai "Tokoh Perdamaian" karena dedikasinya mendamaikan komunitas beragama dan mengakhiri konflik di Mindanao.

Patron dan dewan juri ajang ini terdiri dari Halimah Yacob (Mantan Presiden Singapura) sebagai Patron, serta juri Retno Marsudi (Mantan Menteri Luar Negeri RI), Tunku Aminah Maimunah Iskandariah, Joy Belmonte, Panote Sirivadhanabhakdi, dan Ng Boon Heong.

"Penghargaan ini lebih dari sekadar piala.

>>> Mobil Listrik BYD Tabrak Kaca Gedung di Jakarta Selatan

Penghargaan ini dimaksudkan sebagai katalis, sehingga kisah-kisah yang kita sebarkan memicu inisiatif lebih lanjut di seluruh Asia Tenggara.

Di kawasan yang sering diuji pergeseran geopolitik dan keretakan sosial, kita memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa keragaman kita bukanlah kerentanan, tetapi pertumbuhan strategis atau kekuatan terbesar kita," ucap Arsjad Rasjid, Founder 5P Global Movement.