Menguap sering kali diikuti mata yang tiba-tiba berair. Sekilas, kondisi ini terlihat seperti sedang menangis, padahal tidak ada kaitannya dengan emosi.

Fenomena tersebut sebenarnya merupakan respons alami tubuh yang dipengaruhi cara kerja otot wajah, kelopak mata, dan saluran air mata.

>>> Wamendagri Kawal Usulan Pembangunan KPP 4 DOB Papua Masuk PSN

Pengaruh Kontraksi Otot saat Menguap

Air mata diproduksi terus-menerus oleh kelenjar lakrimal untuk menjaga permukaan mata tetap lembap dan terlindungi.

Dalam kondisi normal, cairan ini mengalir ke permukaan mata sebelum dibuang melalui saluran air mata. Namun, proses itu berubah saat menguap.

Mengutip ulasan dalam jurnal Current Eye Research, otot-otot di sekitar mata dan wajah ikut berkontraksi saat menguap.

Kontraksi ini menekan kelenjar lakrimal sehingga lebih banyak air mata terdorong keluar.

Tekanan tersebut juga dapat menekan sementara saluran pembuangan air mata. Akibatnya, air mata menumpuk di permukaan mata dan meluber.

>>> FIFA Langgar Hukum jika Gelar Acara di Jeda Final Piala Dunia 2026

Peran Memejamkan Mata

Selain kontraksi otot, kebiasaan memejamkan mata saat menguap juga berperan. Banyak orang secara refleks menutup mata cukup rapat ketika menguap.

Kelopak mata yang menutup kuat dapat 'menjepit' saluran pembuangan air mata di sudut mata sehingga aliran air mata tertahan sesaat.

Ketika mata terbuka, air mata yang menumpuk pun keluar.

Semakin rapat mata terpejam saat menguap, semakin besar kemungkinan mata tampak berair.

Perbedaan pada Setiap Orang

Tidak semua orang mengalami hal yang sama.

>>> Purbaya Disemprot DPR Gegara Pindahkan Dana SAL ke Bank Himbara

Perbedaan bentuk anatomi saluran air mata, kekuatan kontraksi otot wajah, hingga kondisi mata seperti mata kering dapat memengaruhi banyak sedikitnya air mata yang keluar saat menguap.