Pemerintah memutuskan untuk memindahkan kegiatan operasional PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ke Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

Langkah ini sejalan dengan rencana pengembangan Kertajati sebagai kawasan industri kedirgantaraan nasional.

>>> Kurang Sinar Matahari Bisa Bikin Susah Tidur, Ini Penjelasan Dokter

Keputusan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTDI dan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) pada Rabu (15/7).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan kerja sama ini merupakan komitmen bersama untuk mengembangkan Kertajati sebagai hub industri kedirgantaraan.

Alasan Pemindahan ke Kertajati

AHY menjelaskan Kertajati dipilih karena lokasinya yang strategis.

Selain Bandung yang semakin padat, Kertajati memiliki lahan lebih luas dan terhubung dengan kawasan industri di Bekasi, Karawang, Purwakarta, Pelabuhan Patimban, Cirebon, hingga Jawa Tengah.

Fasilitas PTDI di Bandung rencananya akan dialihfungsikan menjadi pusat riset dan inovasi. Sementara kegiatan operasional akan dipindahkan ke Kertajati.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengungkapkan perusahaan sudah memanfaatkan Bandara Kertajati untuk uji terbang pesawat tanpa awak (UAV MALE) dan pesawat N219.

Bandara Husein Sastranegara di Bandung dinilai sudah tidak memadai karena berada di kawasan padat penduduk.

Runway di Bandung yang hanya sekitar 2.400 meter juga kurang ideal untuk uji terbang perdana pesawat baru.

>>> Cara Menemukan dan Memanen Hardwood di Palworld

Menurut Gita, uji terbang perdana membutuhkan landasan minimal 3 kilometer demi keselamatan.

PTDI merupakan pemasok komponen pesawat untuk Airbus dan Boeing. Selama ini, barang harus dikirim ke Jakarta terlebih dahulu sebelum diekspor.

Dengan pindah ke Kertajati, pengiriman bisa langsung dilakukan dari bandara tersebut.

PTDI menargetkan Kertajati mulai dimanfaatkan pada Agustus 2026.

Langkah ini untuk mempercepat uji terbang pesawat dan mencapai target peningkatan kesiapan armada (fleet readiness) untuk TNI pada Oktober 2026.

Tahap berikutnya, fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) akan dibangun di Kertajati.

Perusahaan menyiapkan lahan sekitar 150-200 hektare untuk empat portofolio bisnis: manufaktur pesawat, MRO, aerostructure, dan engineering services seperti pembuatan drone.

>>> Pemain Diablo 4 Sebut Season 14 Lelucon, Drop Rate Mythic Uniques Masih Buruk

Dalam jangka panjang, PTDI berencana memindahkan lini produksi ke Kertajati. Lini pertama yang akan dipindahkan adalah produksi pesawat N219 untuk memenuhi kebutuhan TNI dan penerbangan komersial.