Amerika Serikat kembali melancarkan serangan lanjutan ke wilayah selatan Iran pada Rabu (15/7) siang waktu setempat.

Target bombardir AS kali ini difokuskan untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran yang mengancam kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

>>> Tom Holland: 'Frame Terakhir' Spider-Man: Brand New Day Akan Jelaskan Judul

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan dirancang untuk melemahkan kemampuan militer yang digunakan pasukan Iran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz.

AS terus menggenjot serangan di Selat Hormuz setelah sebelumnya terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Iran di wilayah tersebut.

Televisi pemerintah Iran melaporkan pada Rabu pagi bahwa Angkatan Laut IRGC dan pasukan AS terlibat baku tembak di selat strategis jalur minyak itu.

>>> Guenther Steiner Ragukan Peluang Max Verstappen ke Mercedes

Otoritas Provinsi Hormozgan mengatakan ledakan yang terdengar di Bandar Abbas, kota pesisir, dan pulau-pulau Iran disebabkan bentrokan bersenjata di selat tersebut.

Kantor Berita Mehr News juga memberitakan ledakan di timur Sirik terkait baku tembak di perairan Teluk terdekat.

>>> Kenapa Mata Berair saat Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Laporan-laporan itu muncul di tengah gelombang ledakan baru di sejumlah lokasi di Iran selatan seiring meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan AS.