Iran mendesak Yordania untuk segera menutup pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang berada di wilayahnya. Ancaman ini disampaikan langsung oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

IRGC menyatakan bahwa pangkalan-pangkalan AS di Yordania digunakan untuk melancarkan serangan ke Iran, termasuk serangan ke sebuah sekolah di Minab.

>>> 6 Wakil Indonesia Lolos ke 16 Besar Japan Open 2026

Oleh karena itu, mereka meminta rakyat Yordania menuntut pemerintahnya untuk menutup pangkalan tersebut.

"Kalian tahu betul bahwa kami tidak memusuhi negara kalian.

Sebaliknya, kami mencintai kalian, rakyat yang mulia, yang memahami penderitaan dan ketidakadilan yang dialami rakyat Palestina lebih dari bangsa mana pun," demikian pernyataan IRGC seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO).

IRGC menambahkan bahwa penutupan pangkalan AS di Yordania dapat "menyelamatkan rakyat Palestina serta memulihkan keamanan di wilayah tersebut."

Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga melaporkan telah menargetkan pangkalan udara AS di Yordania dengan rudal balistik.

>>> Pengadilan Agama Tetapkan Ridwan Kamil sebagai Ayah Arkana

Pada Selasa (14/7), kantor berita Iran Tasnim melaporkan adanya ledakan dahsyat di Pangkalan Udara Muwaffaq, timur Yordania.

Sebelum ledakan itu, militer Yordania sempat memperingatkan bahwa empat rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat.

Serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah terjadi setelah sejumlah wilayah pesisir Iran diserang oleh AS awal bulan ini.

Menurut Iran, serangan tersebut melanggar nota kesepahaman (MoU) damai yang diteken pada Juni lalu.

>>> FIFA Heroes Hadirkan Shrek dan Season Pass Rp1,5 Jutaan di Tengah Piala Dunia

Sebagai respons, Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menyerang kapal-kapal sekutu AS yang nekat melintas. Situasi ini semakin mempertegang hubungan antara Iran dan AS di kawasan.