AS Kembali Gempur Iran dengan Rudal Selama 90 Menit
Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan udara terhadap Iran selama 90 menit non-stop pada Rabu (15/7) pagi waktu setempat.
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), serangan dimulai pada pukul 06.00 waktu Timur AS (ET) dan selesai pada pukul 07.30 ET.
>>> Kejagung Tegaskan Status Tersangka Febrie Adriansyah Tidak Gugur
Serangan tersebut menjadi rangkaian terbaru setelah AS melancarkan berbagai serangan udara ke Iran dalam beberapa malam berturut-turut selama sepekan terakhir.
Target di Pulau Greater Tunb
CENTCOM mengeklaim serangan itu berhasil menargetkan sejumlah situs strategis dan persenjataan Iran yang terletak di Pulau Greater Tunb.
"Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) meluncurkan amunisi berpemandu presisi ke sistem pertahanan pesisir serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama operasi yang berlangsung 90 menit," demikian pernyataan CENTCOM.
"Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz," lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, CENTCOM juga menuturkan target bombardir AS kali ini difokuskan untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran yang mengancam kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.
>>> Pemerintah Gratiskan Sertifikat Rumah untuk Masyarakat Miskin
AS terus menggenjot serangan di Selat Hormuz setelah sebelumnya terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Iran di wilayah tersebut.
Televisi pemerintah Iran melaporkan pada Rabu pagi bahwa Angkatan Laut IRGC dan pasukan AS melancarkan baku tembak di salah satu selat strategis untuk jalur minyak itu.
Otoritas di Provinsi Hormozgan mengatakan ledakan yang terdengar di Bandar Abbas, kota-kota pesisir, dan pulau-pulau Iran disebabkan oleh bentrokan bersenjata di selat tersebut.
Kantor Berita Mehr News juga memberitakan ledakan yang terdengar di sebelah timur Sirik terkait dengan baku tembak di perairan Teluk terdekat.
>>> Fabian Ruiz Cetak Sejarah Unik di Piala Dunia 2026
Pulau Greater Tunb merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz dan disebut sebagai bagian dari "sabuk pertahanan utama" Iran.
Update Terbaru
Bintang Married to Medicine Tuduh Mantan Suami Suruh Tetangga Bunuh Dia
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Veda Ega dan Mario Aji Tak Percaya Kutukan Marquez di Mandalika
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Titiek Soeharto Pertanyakan Keabsahan Permenhut yang Diteken saat Menteri ke Luar Negeri
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Statistik Ungkap Ketergantungan Inggris pada Kane-Bellingham, Jadi Masalah Lawan Argentina?
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Song Min Ho Bantah Konspirasi dengan Supervisor dalam Sidang Absensi Tugas Militer
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Jalan Musik di AS: Hadiah untuk Pengemudi yang Patuh Batas Kecepatan
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
5 Minuman Ini Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Komika Malaysia Harith Iskander Digugat Rosmah Mansor atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Anggota BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Nur Terapis Spa Gasak ATM Pelanggan Rp1,2 M Divonis 2,5 Tahun Penjara
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Kemasan Polos Rokok Dinilai Ancam Fiskal dan Lapangan Kerja
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Tuchel: Inggris Belum di Performa Terbaik Sebelum Hadapi Argentina
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Wuthering Waves Raup $34 Juta di Juni 2026, Kalahkan Semua Game HoYoverse
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Djaka Budi Ogah Bicara Perubahan Bea Cukai Usai Kawal Purbaya di DPR
Rabu / 15-07-2026, 21:43 WIB







