Pemerintah Gratiskan Sertifikat Rumah untuk Masyarakat Miskin
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyepakati sertifikat rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kini digratiskan.
Kesepakatan itu tertuang dalam program Sertifikasi Sektor Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
>>> Fabian Ruiz Cetak Sejarah Unik di Piala Dunia 2026
"Jadi ini adalah sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Nusron dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).
Tiga Kelompok Sasaran
Ada tiga kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program ini.
Pertama, penerima bantuan perumahan pemerintah, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) maupun program bedah rumah.
Kedua, masyarakat penerima Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), khususnya untuk peningkatan status Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).
"Bagi mereka yang mendapatkan program KPR FLPP sertifikatnya juga gratis, tapi yang kita gratiskan adalah HGB yang sudah atas nama individu kemudian dinaikkan menjadi SHM," ujar Nusron.
>>> Kadin Usul Pemerintah Beri Diskon Listrik Lagi Demi Dongkrak Daya Beli
Ketiga, masyarakat yang membangun rumah secara mandiri dan masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain pekerja formal yang dapat menunjukkan slip gaji sesuai kriteria MBR, program ini juga membuka akses bagi pekerja sektor informal.
Masyarakat yang tidak memiliki slip gaji tetap dapat mengikuti program, sepanjang tercatat hingga maksimal desil 8 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta memenuhi persyaratan yang berlaku.
Pemohon cukup mendatangi Kantor Pertanahan dengan membawa persyaratan pengajuan sertifikat beserta dokumen pendukung yang membuktikan bahwa yang bersangkutan termasuk dalam kelompok penerima program.
>>> Sering Mendengkur? Dokter Sebut Risiko Stroke Naik hingga 3 Kali Lipat
Program sertifikasi gratis ini ditargetkan menjangkau sekitar satu juta bidang tanah pada tahun 2026.
Update Terbaru
Bintang Married to Medicine Tuduh Mantan Suami Suruh Tetangga Bunuh Dia
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Veda Ega dan Mario Aji Tak Percaya Kutukan Marquez di Mandalika
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Titiek Soeharto Pertanyakan Keabsahan Permenhut yang Diteken saat Menteri ke Luar Negeri
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Statistik Ungkap Ketergantungan Inggris pada Kane-Bellingham, Jadi Masalah Lawan Argentina?
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Song Min Ho Bantah Konspirasi dengan Supervisor dalam Sidang Absensi Tugas Militer
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Jalan Musik di AS: Hadiah untuk Pengemudi yang Patuh Batas Kecepatan
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
5 Minuman Ini Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Komika Malaysia Harith Iskander Digugat Rosmah Mansor atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Anggota BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Nur Terapis Spa Gasak ATM Pelanggan Rp1,2 M Divonis 2,5 Tahun Penjara
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Kemasan Polos Rokok Dinilai Ancam Fiskal dan Lapangan Kerja
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Tuchel: Inggris Belum di Performa Terbaik Sebelum Hadapi Argentina
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Wuthering Waves Raup $34 Juta di Juni 2026, Kalahkan Semua Game HoYoverse
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Djaka Budi Ogah Bicara Perubahan Bea Cukai Usai Kawal Purbaya di DPR
Rabu / 15-07-2026, 21:43 WIB







