Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan pemerintah kembali memberikan diskon tarif listrik untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah perlambatan aktivitas dunia usaha.

Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian mengatakan insentif tersebut dinilai lebih efektif karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

>>> Sering Mendengkur? Dokter Sebut Risiko Stroke Naik hingga 3 Kali Lipat

"Kebijakan yang perlu dipertimbangkan dan langsung kena kepada seluruh lapisan masyarakat, mungkin lebih baik diberikan lagi diskon tarif listrik.

Semuanya dapat berbagai kalangan dan itu akan sangat membantu daya beli," ujar Fakhrul saat ditemui wartawan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta pada Rabu (15/7).

Selain diskon tarif listrik, Fakhrul juga menyarankan pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam jumlah lebih besar pada paruh kedua tahun ini.

"Saya memberi saran, di kuartal III dan kuartal IV ini sebaiknya berilah bansos dalam jumlah yang besar," katanya.

>>> Mahasiswa UAD Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual saat KKN, Di-DO

Usulan tersebut disampaikan menyusul hasil survei Kadin Indonesia Business Pulse Kuartal II 2026 yang menunjukkan pelaku usaha masih menilai daya beli masyarakat sebagai salah satu faktor penting yang perlu diperbaiki untuk memulihkan optimisme bisnis.

Dalam survei tersebut, perbaikan daya beli masyarakat menjadi salah satu kebijakan yang dinilai paling dibutuhkan pelaku usaha untuk memulihkan kepercayaan terhadap perekonomian, setelah stabilisasi nilai tukar rupiah, kepastian regulasi investasi, dan kejelasan arah kebijakan fiskal pemerintah.

Fakhrul mengatakan pemerintah perlu mendorong stimulus fiskal yang kuat dan kredibel agar konsumsi masyarakat kembali meningkat dan memberikan ruang bagi dunia usaha untuk memperbaiki kinerja.

"Yang paling dibutuhkan itu pemerintah harus meningkatkan daya beli, yang mana semuanya membutuhkan dorongan fiskal yang kuat dan kredibel," ujarnya.

>>> Ahli Waris PPPK Terima Manfaat Rp832,8 Juta dari TASPEN Meski Baru 6 Bulan Jadi Peserta

Menurut dia, pemulihan daya beli menjadi salah satu faktor penting untuk mengembalikan sentimen positif pelaku usaha di tengah pelemahan kondisi bisnis dan penurunan minat investasi yang masih terjadi pada kuartal II tahun ini.