Mantan kepala tim Haas, Guenther Steiner, meragukan kemungkinan Max Verstappen pindah ke Mercedes di masa depan.

Dalam podcast Red Flags, Steiner mengatakan bahwa Verstappen mungkin menyesal melewatkan kesempatan bergabung dengan Mercedes sebelumnya.

>>> Kenapa Mata Berair saat Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menurut Steiner, saat Mercedes sedang bernegosiasi dengan George Russell, Verstappen sempat dipertimbangkan sebagai alternatif.

“Saya pikir Max tidak yakin dengan masa depannya, dan pada akhirnya kesempatan itu terlewat.

Dia diyakinkan untuk bertahan dan menunggu regulasi baru, tapi sekarang bukan hanya sedikit terlambat, melainkan sudah terlalu terlambat,” ujar Steiner.

Steiner menjelaskan bahwa jendela peluang Verstappen telah tertutup karena Mercedes kini memiliki pasangan pembalap yang solid: George Russell dan Kimi Antonelli.

“Saya yakin dia menyesal. Mercedes punya bintang masa depan dan pembalap yang sangat mumpuni di George.

Mengapa harus mengeluarkan uang ekstra untuk mendatangkan Max?” tambah Steiner.

Menurut Steiner, mendatangkan Verstappen akan mengganggu keseimbangan internal tim dan tidak sesuai dengan anggaran atau budaya Mercedes di bawah Toto Wolff.

“Satu-satunya cara Max bisa datang adalah jika George pergi. Tapi Max datang dengan harga yang jauh lebih mahal dan bisa mengganggu Kimi.

Menurut saya, Toto terlalu pintar untuk melakukan kesalahan itu,” lanjut Steiner.

Steiner juga menilai bahwa sikap Verstappen yang vokal dan menuntut di dalam kokpit mungkin bertentangan dengan struktur perusahaan di Brackley.

“Jika dia di Mercedes dan bersikap seperti itu, mereka akan langsung berkata, ‘Bukan begitu cara kami bekerja di sini’,” kata Steiner.

Meskipun skeptis soal kepindahan ke Mercedes, Steiner memperkirakan Verstappen akan bertahan di timnya saat ini dan mendorong tim untuk memberikan mobil yang lebih baik.