Produser Tales of Minta Maaf atas Penantian Panjang Entry Baru
Yusuke Tomizawa, produser umum seri Tales of, menyampaikan permintaan maaf atas penantian panjang yang harus dijalani penggemar untuk mendapatkan game utama baru.
Seri Tales of dari Bandai Namco dikenal sebagai salah satu RPG paling konsisten sejak debutnya pada 1995 dengan Tales of Phantasia.
>>> Panduan Menyelesaikan Quest Sugarcane and Its Yields di Black Flag Resynced
Selama bertahun-tahun, seri ini hampir selalu merilis game baru setiap tahun, dengan jeda satu atau dua tahun sesekali.
Jeda antara Tales of Berseria (2016) dan Tales of Arise (2021) merupakan yang terlama dalam sejarah seri. Namun, Arise setidaknya sudah diumumkan pada 2019.
Mulai September 2024, sudah lima tahun sejak Arise dirilis tanpa ada kabar mengenai game utama berikutnya.
Meskipun seri ini mendapat rilis konsisten berkat Tales Remaster Project—yang menghadirkan Graces f, Xillia, dan Berseria dalam versi remaster, serta Eternia yang akan rilis Oktober—Tomizawa mengakui kelambatan tersebut dalam wawancara dengan Famitsu.
Tomizawa menyebut salah satu tantangan adalah minimnya cara bagi pemain untuk mengenal judul-judul lama, yang mendorong proyek remaster.
>>> Harga Minyakita di Atas HET, Kemendag Sebut Penyaluran Capai 51 Persen
Namun, ia menekankan bahwa entry baru yang memenuhi ekspektasi adalah hal yang "sangat penting." Sayangnya, hal itu ditambah dengan meningkatnya waktu pengembangan game AAA menjadi penyebab penantian panjang.
"Standar pengembangan dan faktor lainnya telah meningkat, dan sejujurnya, kami telah membuat pemain menunggu cukup lama," jelas Tomizawa.
Ia menambahkan, "Meskipun kami belum bisa membagikan informasi konkret, kami terus mengerjakannya sambil memikirkan masa depan seri."
Sebelumnya, Naoki Yoshida, direktur Final Fantasy 14 dan 16, mengatakan bahwa jeda panjang antar entry JRPG membuat generasi muda lebih sulit terlibat dengan seri tersebut.
>>> Spotify Tanam Fitur AI Baru, Bisa Diajak Ngobrol untuk Kurasi Musik
Sepuluh tahun pertama Final Fantasy menghasilkan tujuh entry utama, sementara 1999-2002 melahirkan empat entry. Sebaliknya, dalam sepuluh tahun terakhir hanya ada dua entry utama.
Update Terbaru
Toyota Perbarui Crown Crossover 2027, Atasi Kritik Desain Dua Warna
Rabu / 15-07-2026, 20:36 WIB
Kadin Usul Pemerintah Beri Diskon Listrik Lagi Demi Dongkrak Daya Beli
Rabu / 15-07-2026, 20:35 WIB
Sering Mendengkur? Dokter Sebut Risiko Stroke Naik hingga 3 Kali Lipat
Rabu / 15-07-2026, 20:35 WIB
Mahasiswa UAD Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual saat KKN, Di-DO
Rabu / 15-07-2026, 20:35 WIB
Ahli Waris PPPK Terima Manfaat Rp832,8 Juta dari TASPEN Meski Baru 6 Bulan Jadi Peserta
Rabu / 15-07-2026, 20:35 WIB
Peringatan Satoru Iwata soal PHK di Industri Game Kembali Disorot
Rabu / 15-07-2026, 20:35 WIB
Samsung Percepat Pembangunan Pabrik Chip di Yongin, Target Produksi 1 Juta Wafer per Bulan
Rabu / 15-07-2026, 20:35 WIB
Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Konsumsi Gula Selama 30 Hari?
Rabu / 15-07-2026, 20:30 WIB
Kubu Ruben Onsu Buka Peluang Hadirkan Bukti soal Gio di Sidang Hak Asuh
Rabu / 15-07-2026, 20:30 WIB
Kabinet Setujui Semicon 2.0 dengan Anggaran Rp 1,27 Lakh Crore untuk Ekosistem Semikonduktor
Rabu / 15-07-2026, 20:30 WIB
5 Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia, Aman dan Terpercaya
Rabu / 15-07-2026, 20:29 WIB
BEI Rela Saham RI Keluar dari Indeks Global demi Benahi Pasar
Rabu / 15-07-2026, 20:29 WIB
Argentina Dituding Dapat Jalan Mulus ke Semifinal Piala Dunia 2026, Scaloni Akhirnya Buka Suara
Rabu / 15-07-2026, 20:28 WIB
ESI Proyeksikan Limbah HPAL RI Capai 1,4 Miliar Ton di 2035
Rabu / 15-07-2026, 20:28 WIB







