Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengungkapkan realisasi penyaluran Minyakita ke pasaran melalui BUMN Pangan telah mencapai 51 persen.

"Realisasinya sekarang kita sudah 51 persen lewat BUMN Pangan.

>>> Spotify Tanam Fitur AI Baru, Bisa Diajak Ngobrol untuk Kurasi Musik

Harapannya penyaluran bisa maksimal sehingga pasar rakyat itu stoknya aman," ujar Roro di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Meski penyaluran sudah berjalan, harga Minyakita yang beredar di masyarakat justru sekitar Rp16 ribu per liter, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Dorong Distribusi Lewat BUMN Pangan

Pemerintah mendorong pendistribusian Minyakita dengan mengoptimalkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 agar harga kembali terkendali.

Aturan tersebut mewajibkan sedikitnya 35 persen distribusi dilakukan melalui BUMN Pangan.

>>> Junket Bank TV Anime Umumkan Dua Anggota Pemeran Baru

"Maka kami berupaya, karena kebetulan Bulog juga datang, kita punya Permendag 43 tahun 2025 yang mewajibkan agar penyaluran dari minyak goreng itu 35 persen minimal harus lewat BUMN Pangan supaya kita monitoringnya juga gampang," terang Roro.

Penyaluran melalui BUMN Pangan akan terus ditingkatkan agar pasokan Minyakita di pasar rakyat tetap terjaga, terutama di wilayah terdampak bencana yang berpotensi mengalami gangguan distribusi.

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, termasuk bawang putih, dengan mempercepat realisasi impor dan memastikan penyalurannya berjalan optimal.

"Tentu kita berupaya agar penyalurannya juga bisa maksimal, lalu kemudian percepatan dari realisasi impornya.

>>> Departemen Kehakiman AS Panggil Paksa Sembilan Firma Hukum Terkait Kesepakatan Era Trump

Itu juga harus kita pantau dan mudah-mudahan itu juga menjadi solusi yang konkret," pungkas Roro.