Samsung dikabarkan mempercepat pembukaan pabrik chip memori semikonduktor barunya di Yongin, Korea Selatan, dua tahun lebih awal dari rencana awal.

Langkah strategis ini diambil setelah perusahaan mencatatkan laba rekor pada kuartal sebelumnya. Samsung ingin memastikan pasokan chip yang cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan di era kecerdasan buatan (AI).

>>> Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Konsumsi Gula Selama 30 Hari?

Menurut laporan Seoul Economic Daily, Samsung Electronics berencana mengoperasikan pabrik pertamanya di kompleks Yongin, yang disebut Y1, pada tahun 2029.

Jadwal ini dua tahun lebih cepat dari target awal tahun 2031.

Alasan utama percepatan ini adalah permintaan chip AI yang melonjak. Samsung ingin memanfaatkan peluang tersebut dengan kapasitas produksi yang memadai.

Saat ini, kapasitas produksi chip Samsung sekitar 650.000 wafer per bulan. Dengan beroperasinya pabrik Y1, kapasitas produksi perusahaan diperkirakan mencapai 1 juta wafer per bulan.

>>> Kabinet Setujui Semicon 2.0 dengan Anggaran Rp 1,27 Lakh Crore untuk Ekosistem Semikonduktor

Y1 hanyalah satu dari enam pabrik baru yang direncanakan Samsung di kawasan Yongin.

Untuk mencapai target produksi 2029, Samsung perlu memulai persiapan lahan pada paruh kedua tahun ini, dengan konstruksi dijadwalkan mulai awal 2027.

Pemerintah Korea Selatan turut mendukung proyek ini dengan menyediakan utilitas penting, termasuk pembangkit listrik LNG 3GW dan jalur pasokan air.

Samsung baru-baru ini mengumumkan rencana investasi KRW 2.030 triliun (sekitar $1,36 triliun) untuk klaster chip Pyeongtaek-Yongin.

>>> 5 Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia, Aman dan Terpercaya

Analis memperkirakan perusahaan akan meningkatkan belanja modal sebesar 30% hingga 40% setiap tahun dalam tiga tahun ke depan untuk mendanai pengembangan pabrik-pabrik chipnya.