Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka peluang ekspor telur ayam ras ke Singapura di tengah anjloknya harga telur di tingkat peternak dalam negeri.

Langkah itu disiapkan untuk memperluas pasar sekaligus membantu menyerap produksi dari sentra-sentra peternakan. Upaya tersebut dilakukan saat harga telur ayam ras terus melemah.

>>> Cara Cek Penerima PKH Juli 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Berdasarkan data SP2KP Kemendag, hingga minggu kedua Juli 2026 rata-rata harga telur ayam ras nasional berada di Rp29.201 per kilogram (kg).

Angka itu sudah di bawah harga acuan penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp30 ribu per kg.

Secara umum, harga telur juga turun 3,34 persen dibandingkan Juni 2026.

Peluang Ekspor ke ASEAN

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan pemerintah sebelumnya telah menjajaki peluang pemasaran telur ayam ras ke sejumlah negara ASEAN.

"Saat ini memang ada potensi untuk komoditas telur ayam ras ini bisa terbuka untuk kita ekspor ke Singapura.

Namun tantangannya memang terkait dengan kesiapan dan juga pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan," kata Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/7).

Selain Singapura, Kemendag juga telah mengupayakan pembukaan akses pasar ke Vietnam, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Menurut Nawandaru, perwakilan perdagangan Indonesia di kawasan ASEAN telah menyampaikan adanya peluang ekspor yang bisa dimanfaatkan.

Namun, ia mengatakan peluang tersebut baru dapat direalisasikan apabila peternak dalam negeri mampu memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan negara tujuan, mulai dari standar produksi hingga ketentuan keamanan pangan.

Karena itu, Kemendag berharap kementerian dan lembaga terkait dapat mendampingi para peternak agar memenuhi standar tersebut sehingga akses pasar ekspor benar-benar bisa dimanfaatkan.