Bekerja atau bersantai di ruangan ber-AC memang nyaman, terutama saat cuaca panas.

Namun, terlalu lama berada di ruangan berpendingin bisa meningkatkan risiko silent dehydration, yaitu kondisi tubuh kekurangan cairan tanpa disadari.

>>> 7 Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya 2026, Saldo DANA Gratis Mudah Didapat

Karena tidak selalu menimbulkan rasa haus, banyak orang baru menyadari tubuhnya kekurangan cairan setelah muncul keluhan. Berikut tanda dan bahaya silent dehydration akibat terlalu lama di ruangan ber-AC.

Tanda Silent Dehydration di Ruangan Ber-AC

Mulut dan bibir terasa kering menjadi salah satu tanda awal. AC mengurangi kelembapan udara sehingga cairan tubuh lebih cepat menguap, termasuk melalui saluran pernapasan.

Kulit menjadi kering dan kusam jika tubuh kekurangan cairan.

Udara kering akibat AC membuat kelembapan alami kulit cepat hilang, apalagi jika berada di ruangan ber-AC berjam-jam setiap hari.

Mata terasa kering dan perih karena ruangan ber-AC membuat mata kehilangan kelembapan. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang bekerja di depan komputer dalam waktu lama.

Jarang merasa haus karena suhu sejuk membuat tubuh tidak banyak berkeringat. Padahal, tubuh tetap kehilangan cairan melalui pernapasan dan penguapan dari kulit.

Mudah lelah dan sulit berkonsentrasi akibat kekurangan cairan mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke otak. Akibatnya, produktivitas menurun meski pekerjaan tidak terlalu berat.

>>> Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa UAD Yogyakarta

Sakit kepala sering kali ditandai dengan dehidrasi ringan. Volume darah berkurang sehingga aliran oksigen ke otak menurun, memicu rasa nyeri atau pusing.

Urine berwarna lebih pekat menandakan tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Urine kuning muda atau bening biasanya menandakan hidrasi yang baik.