Mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menuai kecaman setelah melontarkan pernyataan rasis terhadap timnas Prancis jelang semifinal Piala Dunia 2026.

Prancis akan menghadapi Spanyol dalam semifinal Piala Dunia 2026 pada Selasa (14/7) atau Rabu (15/7) dini hari WIB.

>>> Kasus Emas 74 Kg dan Uang Rp245 Miliar di Tengah 'In This Economy' Disorot Media Internasional

Dalam wawancara dengan El Debate, Rajoy menyebut skuad Les Bleus tidak terdiri dari pemain asli Prancis meski menjadi unggulan utama.

"Mereka [Prancis] memiliki level yang sangat tinggi, tetapi tanpa pemain asli Prancis," kata Rajoy seperti dilansir Aljazeera.

Pernyataan itu langsung menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Spanyol saat ini, Pedro Sanchez.

Melalui akun X pribadinya, Sanchez menulis bahwa ada yang masih mengukur rasa memiliki berdasarkan nama keluarga, tempat lahir, atau warna kulit.

>>> AFTECH Petakan Lima Transisi Struktural Industri Fintech Indonesia

"Spanyol milik mereka yang mencintainya dan bekerja untuknya. Bukan milik mereka yang mempermalukannya dengan pernyataan xenofobia," tulis Sanchez.

Ini bukan pertama kalinya timnas Prancis menjadi sasaran rasisme. Sebelumnya, kapten tim Kylian Mbappe juga diserang oleh Senator Paraguay, Celeste Amarilla.

Amarilla menyebut Mbappe sebagai 'orang terjajah' yang berpura-pura menjadi warga negara Prancis setelah Mbappe menjadi pahlawan kala mengalahkan Paraguay di babak 16 besar.

>>> Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun

"Orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis," kata Amarilla beberapa waktu lalu.