ESI Proyeksikan Limbah HPAL RI Capai 1,4 Miliar Ton di 2035
Energy Shift Institute (ESI) memperkirakan fasilitas pemurnian nikel berbasis High Pressure Acid Leach (HPAL) di Indonesia akan menghasilkan sekitar 1,4 miliar ton limbah berbahaya pada 2035.
Volume tersebut diproyeksikan meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan limbah yang tersimpan saat ini.
>>> Indonesia Raih Peringkat Kedua GMTI Awards 2026, Kemenpar Bidik Pasar Muslim Global US$310 Miliar
Dalam laporan yang dirilis Rabu (15/7/2026), ESI menyebut lonjakan limbah HPAL berpotensi menjadi tantangan serius apabila pembangunan fasilitas penyimpanan limbah tidak berjalan seiring dengan ekspansi industri pengolahan nikel.
Bahkan, volume limbah yang diproyeksikan pada 2035 disebut cukup untuk menutupi seluruh wilayah Jakarta dengan lapisan limbah setebal lebih dari satu meter.
Peringatan ESI soal Risiko Limbah HPAL
Analis Energy Shift Institute, Reza Rahmaditio, menilai laju pembangunan fasilitas pemurnian nikel di Indonesia saat ini jauh lebih cepat dibandingkan pembangunan fasilitas penyimpanan limbahnya.
"Indonesia membangun fasilitas pemurnian jauh lebih cepat dibandingkan membangun tempat untuk menyimpan limbahnya," ujar Reza Rahmaditio.
Ia menilai kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap pekerja maupun masyarakat di sekitar kawasan industri.
"Ekspansi industri nikel Indonesia saat ini ibarat mengemudi dengan kecepatan tinggi tanpa mengenakan sabuk pengaman.
Hal ini membahayakan orang-orang di dalam kendaraan maupun masyarakat yang kebetulan berada di pinggir jalan," katanya.
>>> Bukan Asal Pajang, Ini Trik Brand Fashion Biar Nggak Boncos Saat Ikut Bazar
Menurut ESI, limbah HPAL atau tailings berasal dari proses pengolahan bijih nikel berkadar rendah menjadi produk bernilai tambah.
Teknologi tersebut menghasilkan lebih dari 100 ton limbah untuk setiap satu ton nikel atau sekitar 20 kali lebih banyak dibandingkan proses peleburan konvensional.
Update Terbaru
Statistik Ungkap Ketergantungan Inggris pada Kane-Bellingham, Jadi Masalah Lawan Argentina?
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Song Min Ho Bantah Konspirasi dengan Supervisor dalam Sidang Absensi Tugas Militer
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Jalan Musik di AS: Hadiah untuk Pengemudi yang Patuh Batas Kecepatan
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
5 Minuman Ini Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Komika Malaysia Harith Iskander Digugat Rosmah Mansor atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Anggota BPK Bobby Rizaldi Pekan Ini
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Nur Terapis Spa Gasak ATM Pelanggan Rp1,2 M Divonis 2,5 Tahun Penjara
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB
Kemasan Polos Rokok Dinilai Ancam Fiskal dan Lapangan Kerja
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Tuchel: Inggris Belum di Performa Terbaik Sebelum Hadapi Argentina
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Wuthering Waves Raup $34 Juta di Juni 2026, Kalahkan Semua Game HoYoverse
Rabu / 15-07-2026, 21:45 WIB
Djaka Budi Ogah Bicara Perubahan Bea Cukai Usai Kawal Purbaya di DPR
Rabu / 15-07-2026, 21:43 WIB
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek Gas Blok Masela Kamis Besok
Rabu / 15-07-2026, 21:42 WIB
Pokémon Scarlet dan Violet Gelar Event Air-Type dengan Dragon-Tera Magikarp 7-Star
Rabu / 15-07-2026, 21:42 WIB
The First Descendant Rilis Enam Event Baru dengan Update 1.3.34, Termasuk Skin Gratis Sharen
Rabu / 15-07-2026, 21:42 WIB







