Operator pipa Keystone, South Bow, dijatuhi denda perdata sebesar Rp 26,9 juta atas tumpahan minyak besar di Kansas pada Desember 2022.

Selain denda, perusahaan asal Kanada itu juga harus mengeluarkan sekitar Rp 40 juta untuk langkah pencegahan guna menghindari kecelakaan serupa di masa depan.

>>> Presiden Uni Eropa Usulkan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 13 Tahun

Kesepakatan ini menyelesaikan tuntutan dari Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) dan pejabat negara bagian Kansas terkait pelanggaran undang-undang air bersih federal dan negara bagian.

Kebocoran pipa pada Desember 2022 melepaskan hampir 13.000 barel minyak mentah berat ke sungai di daerah pedesaan Washington County, sekitar 150 mil barat laut Kansas City.

Menurut laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS tahun 2021, insiden ini merupakan tumpahan minyak pipa darat terbesar di AS dalam sembilan tahun.

Volume tumpahan melebihi total 22 kecelakaan sebelumnya pada sistem pipa yang sama, dengan jumlah minyak yang hampir bisa mengisi kolam renang ukuran Olimpiade.

Berdasarkan dekrit yang diajukan di Pengadilan Distrik AS di Kansas, South Bow juga akan membayar lebih dari Rp 3 juta kepada negara bagian Kansas untuk inisiatif restorasi lingkungan.

Dekrit tersebut menunggu persetujuan hakim federal setelah masa komentar publik selama 30 hari.

"Tumpahan minyak menutupi tanah dan air, membuat saluran air mati dan tidak berguna serta membutuhkan pembersihan dan perbaikan yang ekstensif," kata Jeffrey Hall, asisten administrator EPA untuk kantor penegakannya.

"Denda yang besar mencerminkan keseriusan kerusakan lingkungan," tambah Hall.

Juru bicara South Bow, Sara Hunter, mengatakan dalam email bahwa perusahaan secara proaktif memulai tanggapannya sebelum menerima arahan resmi pemerintah, dan menyelesaikan remediasi lingkungan secara menyeluruh pada Februari 2024.