INDEF: Smelter Nikel Berpotensi Defisit Bahan Baku hingga 100 Juta Ton Tahun Ini
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan industri pengolahan nikel akan mengalami defisit pasokan bijih sebesar 60 juta hingga 100 juta ton pada tahun ini.
Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF, Andry Satrio Nugroho, menyatakan kebutuhan umpan smelter tahun ini mencapai 340 juta hingga 360 juta ton.
>>> Wamen Komdigi: Humas Harus Jadi Penjernih Informasi di Era AI
Sementara pagu produksi yang disetujui pemerintah masih di bawah angka tersebut.
"Kondisi ini memicu kekurangan pasokan bahan baku smelter yang diperkirakan mencapai 60 hingga 100 juta ton, tergantung pada asumsi tingkat utilisasi pabrik," kata Andry kepada Warta Ekonomi, Minggu (12/7/2026).
Menurut Andry, kelangkaan pasokan domestik berakar dari laju pembangunan smelter yang tidak sebanding dengan kapasitas produksi di sektor hulu.
Ia menilai pemerintah perlu mengintegrasikan perencanaan pembangunan fasilitas pengolahan dengan kapasitas produksi hulu agar masalah tidak berulang.
Selama izin pembangunan smelter baru dan penetapan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) masih dilakukan terpisah tanpa perhitungan terintegrasi, kekurangan pasokan diprediksi akan terus terjadi.
Utilisasi Smelter Menurun
Andry menilai relaksasi kuota produksi merupakan respons atas pengetatan kuota sebelumnya yang terlalu dalam. Namun, efektivitas kebijakan tersebut bergantung pada kecepatan realisasi tambahan pasokan bijih ke smelter.
"Arah kebijakannya bisa saya pahami, tetapi dalam bentuknya sekarang belum bisa kami sebut tepat untuk hilirisasi.
Ini lebih tepat dibaca sebagai koreksi atas pengetatan kuota yang sebelumnya terlalu dalam," jelas Andry.
Tekanan pasokan mulai tercermin dari penurunan tingkat utilisasi smelter. Jika tahun lalu utilisasi sempat mencapai 90 persen, kini turun menjadi sekitar 70 hingga 75 persen.
Update Terbaru
Pesona Metallic Bikini Para Selebriti di Musim Panas
Minggu / 12-07-2026, 15:22 WIB
Kyle Van Noy: Aaron Donald Masih Punya 'Banyak Bensin' untuk Comeback
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
Ice-T Pastikan Tampil di Setiap Episode Law & Order: SVU Musim 28
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
Alasan Lionel Messi Cs Pakai Pita Hitam saat Argentina vs Swiss
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
FIFA Buka Suara soal Kontroversi Gol Bellingham Diduga Kena Kabel
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
Pertamina Patra Niaga Dukung Program Sosial: Seragam Sekolah, Sembako, dan Pemberdayaan Usaha
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
Inovasi AI Kredit Pintar Raih Tiga Penghargaan di Asia
Minggu / 12-07-2026, 15:21 WIB
DPR Yakin Kejagung Tetap Solid Berantas Korupsi Meski Kasus Febrie Adriansyah Jadi Sorotan
Minggu / 12-07-2026, 15:19 WIB
Transformasi KAI Dorong Jumlah Penumpang Tembus 128 Juta pada Kuartal I 2026
Minggu / 12-07-2026, 15:18 WIB
Beckham dan Anak Rayakan Kemenangan Inggris, Reaksi Victoria Bikin Salfok
Minggu / 12-07-2026, 15:18 WIB
Wuling Aira EV Siap Meluncur di GIIAS 2026, Harga Diprediksi di Bawah Rp200 Juta
Minggu / 12-07-2026, 15:11 WIB
PDIP Tegaskan Kader yang Terjerat OTT KPK Langsung Dipecat
Minggu / 12-07-2026, 15:06 WIB
3 Warga Qatar Termasuk Anak-anak Terluka Akibat Puing Operasi Pencegat Rudal
Minggu / 12-07-2026, 15:06 WIB







