INDEF Ingatkan Efek Domino B50 ke APBN dan Minyak Goreng
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melalui Green Transition Initiative (GTI) mengingatkan bahwa implementasi biodiesel B50 berpotensi memunculkan efek domino terhadap fiskal negara, pendanaan insentif biodiesel, pasokan CPO, hingga harga minyak goreng.
Kepala Dekarbonisasi Industri dan Transportasi INDEF GTI, Andry Satrio Nugroho, menyatakan kebijakan B50 memang bertujuan memperkuat kemandirian energi dan mengurangi impor solar.
>>> Valve Rilis Pembaruan SteamOS untuk Optimalkan VRAM Steam Machine
Namun, pemerintah dinilai perlu mengantisipasi risiko pembiayaan dan dampak turunannya terhadap masyarakat.
Menurut catatan INDEF GTI, serapan pasar B50 relatif aman karena program tersebut masuk dalam mandat solar subsidi dan public service obligation (PSO).
Persoalan yang lebih berat justru berada pada sisi fiskal, pasokan bahan baku, kesiapan hilir, dan dampak terhadap pengguna akhir.
“Penerimaan APBN dari sisi ekspor menurun karena biodiesel berpotensi mengalihkan CPO ke pasar domestik,” kata Andry dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
INDEF GTI menjelaskan, CPO yang diekspor selama ini dikenai pungutan ekspor dan bea keluar.
Pungutan ekspor menjadi sumber pendanaan insentif biodiesel melalui BPDP, sementara bea keluar masuk sebagai penerimaan APBN.
Ketika volume ekspor CPO berkurang karena sebagian pasokan dialihkan ke pasar domestik, penerimaan negara dan basis pembiayaan biodiesel berisiko ikut menurun.
Tekanan tersebut berpotensi semakin berat karena kebutuhan insentif biodiesel justru membesar saat harga minyak dunia turun. Insentif digunakan untuk menutup selisih antara harga FAME dan harga solar.
Ketika harga solar turun mengikuti harga minyak dunia, selisih dengan harga FAME melebar sehingga kebutuhan insentif meningkat.
INDEF GTI memperkirakan kebutuhan insentif dapat mencapai sekitar Rp41,3 triliun apabila harga Brent berada di level US$85 per barel.
Update Terbaru
BGN Temui Amran, Minta Pasokan Telur dan Sayur untuk Dapur MBG di Timur RI
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
Survei: 15% Gen Z Bawa Orang Tua saat Wawancara Kerja, Bahkan Bantu Nego Gaji
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
BEI Ingatkan Investor Jangan Sekadar Ikut Tren, FOMO Hambat Pendalaman Pasar
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
DEN Minta Persetujuan Blending Batu Bara Tak Hambat Pasokan PLTU
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
Dampak Perang Rusia-Ukraina: Burung Bersarang dari Kabel Optik Drone
Selasa / 30-06-2026, 20:20 WIB
Microsoft: Indonesia Jadi Salah Satu Pengguna AI Paling Maju di Dunia Kerja
Selasa / 30-06-2026, 20:19 WIB
Laba Bersih MDKA Melonjak 4.523% pada Kuartal I 2026, Ditopang Emas dan Nikel
Selasa / 30-06-2026, 20:19 WIB
Susul Messi ke Amerika, Robert Lewandowski Resmi Gabung Chicago Fire, Kontrak Hingga 2028
Selasa / 30-06-2026, 20:15 WIB
Persija Resmi Perpanjang Kontrak Dia Syayid, Diproyeksikan Jadi Andalan Shin Tae-yong
Selasa / 30-06-2026, 20:14 WIB
Generasi Terbaru Mazda MX-5 Bisa Jadi yang Terakhir Bermesin Bensin
Selasa / 30-06-2026, 20:14 WIB
Issa Diop: Kemenangan Maroko atas Belanda karena Allah
Selasa / 30-06-2026, 20:14 WIB
Mobil Listrik Ubah Gaya Berkendara, Gen Z Paling Reseptif
Selasa / 30-06-2026, 20:14 WIB
Iran Marah, Dua Prajurit IRGC Tewas Ditembak 'Teroris'
Selasa / 30-06-2026, 20:14 WIB
Cairkan JHT Sebelum Pensiun Kena Pajak Progresif, Ini Rinciannya
Selasa / 30-06-2026, 20:14 WIB






