BEI Ingatkan Investor Jangan Sekadar Ikut Tren, FOMO Hambat Pendalaman Pasar
Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pertumbuhan jumlah investor yang telah melampaui 28 juta entitas belum cukup menjadi indikator kuatnya pasar modal.
Sebab, sebagian besar investor masih bertransaksi hanya karena mengikuti tren atau fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
>>> DEN Minta Persetujuan Blending Batu Bara Tak Hambat Pasokan PLTU
Direktur Pengembangan BEI Jeffry Hendrik mengatakan kualitas investor menjadi tantangan berikutnya yang harus diperkuat.
Menurutnya, investor ideal bukan hanya aktif membeli saham, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai risiko, analisis investasi, serta mampu mengambil keputusan secara mandiri.
Jeffry menegaskan investor seharusnya tidak membeli saham hanya karena mengikuti rekomendasi influencer atau euforia di media sosial.
"Mampu melakukan analisis, tidak hanya ikut-ikutan apa kata influencer, tidak FOMO," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
Kualitas Investor Kunci Pendalaman Pasar
Pernyataan tersebut muncul di tengah terus meningkatnya jumlah investor domestik yang kini telah menembus lebih dari 28 juta entitas.
Meski angka tersebut menunjukkan perkembangan positif, BEI menilai kualitas investor menjadi faktor yang jauh lebih menentukan terhadap kesehatan pasar modal dalam jangka panjang.
>>> Dampak Perang Rusia-Ukraina: Burung Bersarang dari Kabel Optik Drone
Jeffry menjelaskan setiap investor perlu memahami karakteristik serta profil risiko dari instrumen investasi yang dipilih.
Dengan demikian, keputusan investasi tidak semata-mata didorong oleh tren pasar dan volatilitas akibat aksi spekulatif dapat ditekan.
Selain meningkatkan literasi investor, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan organisasi pengatur mandiri (SRO) terus memperkuat berbagai aspek pendalaman pasar modal.
Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan transparansi pasar, penyediaan data investor yang lebih rinci, hingga penguatan keterbukaan informasi kepada publik.
Jeffry meyakini transparansi yang semakin baik akan memperbesar kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
"Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, tentu akan ada trust yang lebih tinggi," katanya.
>>> Microsoft: Indonesia Jadi Salah Satu Pengguna AI Paling Maju di Dunia Kerja
BEI berharap kombinasi antara meningkatnya jumlah investor dan kualitas pemahaman investasi dapat menjadi modal utama untuk memperkuat daya tahan pasar modal nasional di masa mendatang.
Update Terbaru
Maskapai Sederhanakan Transfer Data Penumpang ke Otoritas Perbatasan Kanada
Selasa / 30-06-2026, 21:29 WIB
Paolini dan Grant Melaju ke Babak Kedua Wimbledon
Selasa / 30-06-2026, 21:28 WIB
Profil dan Biodata Lengkap Gold Laner BTR Clivee
Selasa / 30-06-2026, 21:28 WIB
Kru CBS News Diserang Secara Rasis oleh Sopir Derek di Chicago
Selasa / 30-06-2026, 21:28 WIB
Seskab Teddy: Peserta Magang Nasional 2026 Terima Gaji Rp3,5-6 Juta
Selasa / 30-06-2026, 21:28 WIB
10 Tanda Pasangan Siap Menjalin Hubungan yang Lebih Serius
Selasa / 30-06-2026, 21:28 WIB
GIAMM: Industri Komponen Otomotif RI Tangguh di Pasar Global
Selasa / 30-06-2026, 21:28 WIB
Blake Lively Minta Bayaran Hukum Rp128 Miliar dari Justin Baldoni
Selasa / 30-06-2026, 21:25 WIB
Mulai Besok! AirAsia Setop Penerbangan Langsung Jakarta-Singapura
Selasa / 30-06-2026, 21:24 WIB
Iran Bantah Keras Klaim Trump Soal Pertemuan di Qatar
Selasa / 30-06-2026, 21:24 WIB
Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung
Selasa / 30-06-2026, 21:22 WIB
Jakarta X Beauty 2026 Digelar 2-5 Juli, Dukung Brand Lokal
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
Matheus Cunha Ungkap Alasan Sindir Pemain Jepang dengan Gestur 5 Jari
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
Ekonom: Suntikan Dana SAL Rp381 Triliun ke Himbara untuk Jaga Likuiditas
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB






