Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.01 WIB, IHSG turun 34,57 poin atau 0,59% ke level 5.786,215.

>>> Hotman Paris Tantang Pacar Sarwendah Buktikan Klaim Rp500 Miliar

Pada awal perdagangan, indeks bergerak di rentang 5.782,933 hingga 5.811,669. IHSG dibuka pada level 5.801,454.

Volume transaksi pagi ini mencapai 420,075 juta saham dengan nilai Rp559,683 miliar dari 46.017 kali transaksi.

Kapitalisasi pasar tercatat Rp10.163,635 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 177 saham menguat, 208 saham melemah, dan 207 saham stagnan.

Proyeksi dan Sentimen Pasar

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG diproyeksikan melemah terbatas setelah terbentuk "wave (b)".

>>> 9 Warna Hijab untuk Interview Kerja, Pilihan Tepat agar Tampil Profesional

Indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume. Namun RSI masih positif dan cenderung menguat.

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp854 miliar pada perdagangan sebelumnya. Saham big banks seperti BBCA dan BMRI menjadi target jualan utama.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terapresiasi 0,40% ke kisaran Rp17.851 per dolar AS. Intervensi moneter BI melalui lelang SRBI diharapkan menahan koreksi IHSG.

Keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market menepis kekhawatiran downgrade ke frontier market. Hal ini dapat menjadi katalis positif bagi IHSG.

>>> Viral Kisah Haru Selebgram Hamil Anak Pertama dari Suami Lumpuh Total

Pelaku pasar menantikan rilis data makroekonomi awal Juli, meliputi PMI Manufaktur Indonesia, inflasi, dan neraca perdagangan. Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, sentimen terhadap IHSG dapat membaik.