Asosiasi Galvanis Indonesia (AGI) menyambut positif kebijakan pemerintah yang menurunkan harga gas untuk industri.

Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi pelaku industri yang tengah menghadapi tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Harga Minyak Dunia Turun 1 Persen Jelang Perundingan AS-Iran di Doha

Ketua AGI, Harris Hendraka, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah dalam merespons kebutuhan industri.

Penurunan harga Liquefied Natural Gas (LNG) dari sebelumnya mencapai US$ 20-23 per million british thermal unit (mmbtu) menjadi US$ 13 per mmbtu dinilai dapat meringankan beban pelaku industri.

>>> Angkatan Laut Inggris Tak Akan Punya Kapal Perusak pada 2040, Ini Alasannya

Kebijakan ini dilakukan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Tersingkir Dramatis usai Kalah Adu Penalti dari Paraguay

Harris berharap langkah ini dapat meningkatkan daya saing industri galvanis di tengah ketidakpastian ekonomi global.