Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi mengubah format Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Perubahan ini berlaku sejak akhir Juni 2026.

Latsarmil sebelumnya merupakan program pelatihan dasar kemiliteran untuk membentuk Komponen Cadangan (Komcad) TNI. Pesertanya berasal dari warga sipil, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan calon pengelola koperasi.

>>> Hyaluronic Acid vs Ceramide: Mana yang Lebih Ampuh untuk Kulit Kering?

Program ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kemiliteran agar peserta siap mendukung pertahanan negara. Namun, sejumlah kasus kematian peserta saat pelatihan memicu evaluasi dan kritik publik.

Kontroversi dan Evaluasi

Beberapa peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia selama mengikuti Latsarmil. Kasus ini mendorong Kemhan melakukan evaluasi mendalam.

Amnesty International Indonesia turut menyoroti pelatihan yang dinilai terlalu berat dan kurang humanis. Mereka mendorong agar fokus pelatihan dialihkan ke aspek manajerial.

>>> Volkswagen Dikabarkan Akan Jual Ducati untuk Atasi Krisis Keuangan

Menanggapi masukan tersebut, Kemhan mengubah pendekatan pelatihan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan terminologi dan pelaksanaan kini diarahkan pada pembekalan bela negara dan manajerial.

Dengan perubahan ini, pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak lagi menggunakan istilah Latsarmil.

>>> Qualcomm Konfirmasi Jadwal Snapdragon Summit 2026, Chip Flagship Baru Meluncur September

Program baru diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta sipil.