Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah konsep latihan dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Perubahan ini dilakukan setelah lima peserta meninggal dunia saat mengikuti latihan.

>>> Bos Bulog Pastikan Beras Satu Harga Lanjut, Tunggu Margin Fee 7 Persen

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyampaikan duka cita atas meninggalnya lima peserta SPPI.

Ia juga menghormati masukan dari DPR, Komnas HAM, dan berbagai pihak sebagai bahan evaluasi program.

Evaluasi dan Penyesuaian Materi

Rico menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak lagi disebut sebagai latihan dasar militer (latsarmil), melainkan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Tujuannya untuk memperjelas bahwa program ini tidak membentuk peserta menjadi prajurit atau Komponen Cadangan.

Kemhan juga mengurangi kegiatan bersifat teknis dan taktis militer, seperti menembak dan latihan lain yang tidak relevan dengan kebutuhan calon manajer koperasi.

>>> Clive Davis Dikenang dalam Pemakaman Mewah di New York, Disiarkan Langsung

Intensitas kegiatan fisik dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.

Aspek kesehatan peserta diperkuat melalui profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan berkala, pemantauan kondisi harian, penguatan tenaga kesehatan di satuan pendidikan, serta mekanisme rujukan ke fasilitas kesehatan.

Peserta dengan kondisi medis khusus diberi penandaan agar tidak dibebani kegiatan fisik berlebihan.

Rico menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama.

>>> Media Korea Syok Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026

Esensi pembinaan seperti bela negara, disiplin, karakter, kepemimpinan, dan kesiapan manajerial tetap dijaga, namun metode pelaksanaannya dibuat lebih adaptif dan edukatif.