Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Oleh Soleh, mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghentikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan yang tergabung dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026.

Desakan ini disampaikan setelah jumlah peserta yang meninggal dunia selama mengikuti program tersebut bertambah menjadi lima orang.

>>> WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa

"Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng nyawa manusia yang meninggal.

Karena itu saya mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut," kata Oleh Soleh dalam keterangan tertulis, Senin (29/6).

Ia menegaskan Kemhan tidak boleh menganggap murah nyawa para peserta. Mereka adalah anak bangsa yang berjuang mendukung keberhasilan program Kopdes Merah Putih.

Oleh Soleh juga meminta perbaikan total terhadap sistem pembinaan dan pelatihan. Menurutnya, pendekatan pelatihan harus disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan masyarakat sipil, bukan prajurit militer.

"Mereka adalah masyarakat sipil sehingga pelatihan fisik yang dilakukan tidak boleh terlalu berat.

Mereka bukan tentara dan tentu kemampuan fisiknya tidak sama dengan prajurit yang telah menjalani pendidikan kemiliteran," ujarnya.

Politikus dari Dapil Jawa Barat XI itu menegaskan tujuan utama program SPPI dan Kopdes Merah Putih adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi dan menggerakkan pembangunan ekonomi desa.

Oleh karenanya, aspek keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelatihan.

"Kementerian Pertahanan harus melakukan evaluasi menyeluruh, mengungkap penyebab meninggalnya para peserta secara transparan, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," katanya.