Empat pesawat pembom H-6 China dan dua pesawat pembom Rusia terpantau terbang di atas Laut Jepang pada akhir pekan lalu.

Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan penerbangan itu juga melibatkan dua pesawat patroli Tu-142 Rusia, dua jet tempur J-16 China, dan satu jet tempur Su-30 Rusia.

>>> Sopir Truk Maut Tabrak 5 Motor di Bekasi Dibekuk Polisi

Pesawat-pesawat tersebut terbang di atas Laut Jepang atau Laut China Timur pada Sabtu (27/6) pagi hingga siang waktu setempat.

Beberapa pesawat pembom juga terdeteksi terbang di Selat Miyako dekat Prefektur Okinawa dan ke arah selatan Shikoku.

Menanggapi kejadian itu, Tokyo mengerahkan jet tempur untuk mencegat pesawat-pesawat tersebut.

Tokyo: Ini Unjuk Kekuatan

Menteri Pertahanan Jepang Shinjio Koizumi mengatakan penerbangan gabungan yang berulang kali dilakukan kedua negara menandakan perluasan dan intensifikasi aktivitas di sekitar Jepang.

>>> Roy Suryo Minta Hakim Nyatakan Penggeledahan Rumahnya Tidak Sah

"Kita tak bisa tidak memandangnya sebagai unjuk kekuatan yang kuat terhadap negara kita," ujar Koizumi pada Minggu, dikutip Japan Times.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan China menyatakan pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari patroli bersama yang ke-11.

"Patroli bersama itu menunjukkan tekad dan kemampuan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas nasional," demikian pernyataan Kemhan China.

Sebelumnya, pesawat China dan Jepang juga terpantau mondar-mandir di zona identifikasi pertahanan udara (KADIZ) Korea Selatan di atas perairan timur dan selatan negara tersebut.

>>> 7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis Meski Jarang Dipakai

Korsel pun mengerahkan jet tempur untuk persiapan jika menghadapi situasi darurat.