Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan tidak ingin terlibat dalam perang urat saraf atau mind games menjelang duel melawan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertemuan raksasa Amerika Selatan dengan wakil terbaik Asia itu diprediksi menjadi salah satu laga paling berimbang di fase gugur jika melihat performa kedua tim sepanjang babak grup.

>>> Anggota DPRD TTU Buka Suara soal Insiden RS yang Diduga Picu Dokter Icha Bunuh Diri

Brasil melaju ke fase gugur dengan status juara Grup C setelah meraih dua kemenangan telak 3-0 atas Haiti dan Skotlandia, serta sekali bermain imbang melawan Maroko.

Di sisi lain, Jepang juga datang dengan kepercayaan diri tinggi usai tak terkalahkan di Grup F, termasuk menahan Belanda dan Swedia, serta membantai Tunisia 4-0.

Ancelotti menilai pembicaraan di luar aspek teknis hanya akan mengganggu konsentrasi tim yang tengah memburu gelar juara dunia keenam.

Jepang Jadi Ancaman Serius bagi Brasil

Meski Brasil selalu menjadi favorit di setiap turnamen, Ancelotti menilai Jepang bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Skuad asuhan Hajime Moriyasu tercatat belum terkalahkan sejak September 2025 dengan catatan 10 pertandingan tanpa kekalahan.

Rekor impresif itu semakin lengkap setelah Jepang sukses mengalahkan Inggris di Stadion Wembley dan bahkan pernah menundukkan Brasil saat bertanding di Tokyo.

>>> Megawati Ikut Bersuara usai Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026

Performa tersebut memicu komentar dari striker muda Jepang yang membela Wolfsburg, Kento Shiogai.

Namun, Ancelotti memilih tidak terpancing dengan pernyataan kubu Samurai Biru.

"Saya tidak akan mengulangi apa yang dikatakan orang lain, kami fokus pada pertandingan, pada kualitas lawan, dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghindari masalah," ujar Carlo Ancelotti dikutip dari ESPN.

Pelatih asal Italia itu menegaskan fokus utama Brasil adalah mempersiapkan strategi terbaik, bukan meladeni perang psikologis.

"Itulah inti dari persiapan pertandingan.

Kami tidak melakukan apa yang mereka sebut di Inggris sebagai 'mind games', kami tidak akan ke sana," tambahnya.

>>> Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dicicil di Koperasi Desa, Begini Caranya

Ancelotti justru menilai sikap tenang Jepang menjadi bukti kematangan mental lawan yang harus diwaspadai.